breaking news New

Wujudkan Pemerintahan Bersih dan Transparan, Kades Wae Renca Pajang Baliho APBDes 2017

RUTENG, Kabarnusantara.net – Guna mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel, Desa Wae Renca, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur, mempublikasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2017 di depan Kantor Desa Wae Renca.

“Penggunaan baliho menjadi salah satu cara menyampaikan kepada masyarakat banyak tentang apa saja peruntukan penggunaan dana desa. Kami buat ini berdasarkan spirit otonomi desa yang menekankan terakomodirnya segala kebutuhan dan kepentingan seluruh masyarakat di desa ini,” ungkap Kepala Desa Wae Renca, Yohanes Sudin kepada Kabarnusantara.net, Senin, 10 Juli 2017 di Lecem.

Dikatakannya, ada dua baliho infografis yang dipasang sebagai bentuk transparansi pengelolaan dana desa.

“Tak ada yang kami tutup-tutupi. Semuanya terbuka sejak proses Musrenbangdus, Musrenbangdes hingga ditetapkannya APBDes Wae Renca 2017. Hal ini juga kita lakukan untuk menjawab tuntutan masyarakat soal transparansi pengelolaan dana desa,” ungkapnya sumringah.

Informasi penggunaan dana desa, ujar Yohanes Sudin, dibuat melalui baliho dengan tujuan agar masyarakat tahu jelas ke mana penggunaannya dan mereka pun dapat turut serta mengawasinya.

Lebih lanjut dikatakannya, dalam baliho itu, seluruh rencana, program, dan penggunaan dana desa sesuai dengan apa yang termuat dalam APBDes Wae Renca Tahun Anggaran 2017.

“Dengan begini, warga desa tidak perlu lagi bertanya, berapa dan dikemanakan anggaran dana desa ini. Semuanya sudah kita umumkan. Namun jika ada warga yang belum mengerti, silahkan bertanya ke semua perangkat desa,” ungkapnya.

Dijelaskan Yohanes, hal dilakukan pihaknya sejalan dengan semangat Permendagri Nomor 113 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa. Dalam Pasal 2 dijelaskan, asas-asas dalam pengelolaan dana desa diantaranya transparan, akuntabel, partisipatif serta dilakukan dengan tertib dan disiplin.

Sementara itu, Sekretaris Desa Wae Renca, Hendrikus Sampur kepada Kabarnusantara.net mengatakan total dana desa yang termuat dalam APBDes Wae Renca 2017 sebesar Rp 1.257.967.000 yang bersumber dari Dana Desa APBN sebesar Rp 805.772.432, Alokasi Dana Desa, APBD Rp 408.526.605, Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Rp 21.700.305, dan dana sisa 21.968.523.

Sampur mengatakan fokus Pemerintah Desa Wae Renca masih pada membangun infrastruktur dasar seperti membangun Rumah warga yang Tidak Layak Huni sebesar Rp. 200 juta, pembangunan jalan Rabat di Kolong dan Tembok Penahan senilai Rp 150 juta, pembangunan Jalan Rabat di Bea Denger sebesar Rp 140 juta, pembangunan Jalan Telford dan Tembok Penahan di Ponto senilai Rp 105.772.400, pembangunan Jalan Telford dan Tembok Penahan di Karot senilai Rp 100 juta, pembangunan Jalan Setapak di Ngancar senilai Rp 97.352.400, dan pembangunan Jaringan Perpipaan Air Minum Bersih di Ngancar sebesar Rp 12.647.200.

“Sekalipun infrastruktur dasar yang dibangun, namun pola pengerjaannya tetap padat karya dan pemberdayaan. Jadi bukan pola kontraktual,” ujar Sampur.

Selain bidang pembangunan, dana desa dimanfaatkan untuk bidang pemberdayaan masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan.

Untuk penyelenggaraan pemerintahan dialokasikan sebesar Rp. 349.895.000.

Sedangkan untuk pemberdayaan masyarakat dialokasikan sebesar Rp 70 juta, diantaranya Badan Usaha Milik Desa sebesar Rp 50 juta, Bantuan Lansia Rp 5 juta, Bantuan Guru PAUD Rp 9.600.000, Transportasi Ibu Hamil Rp 4 juta, dan Pemberian Makanan Tambahan sebesar Rp 2 juta.

“Selain itu, untuk pembinaan kemasyarakatan seperti insentif Linmas, Operasional PKK, dan Insentif Kader Posyandu dialokasikan sebesar Rp 21.700.000,” tandas Sampur.

Ia pun mengajak masyarakat Desa Wae Renca secara aktif mengawasi pemanfaatannya. (Alfan Manah/KbN)

<

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password