breaking news New

Distribusi Rastra Di Desa Cireng Kecamatan Satarmese Utara Tidak Merata

Ruteng, Kabarnusantara.net – Program pendistribusian Beras untuk Keluarga Sejahtera (Rastra) di Desa Cireng, Kecamatan Satarmese Utara, Kabupaten Manggarai, Propinsi NTT telah bergulir beberapa waktu lalu, namun pendistribusian Beras untuk Rakyat miskin dan kurang mampu itu menimbulkan kesan di kalangan Warga bahwa pendistribusian itu tidak merata.

Valensius Hambut, seorang Warga Dusun Perang, Desa Cireng kepada Wartawan Kabarnusantara.net pada Senin (10/7/2017), Pukul 13.00 Wita di Kantor Bupati Manggarai mengatakan pendistribusian Rastra di Desa Cireng yang bergulir di tahun 2017 hanya mementingkan keluarga.

Pendistribusian itu juga, lanjut Hambut, diberikan kepada orang-orang tertentu saja, padahal nama-nama sudah diinventarisasi dan dimasukan dalam data Desa sebagai Penerima Rastra tetap.

“Sejak awal nama Kami sudah ditetapkan sebagai Warga Penerima Rastra tetap karena Kami telah terdaftar sebagai Warga miskin tetapi dalam praktek pendistribusian, Raskin itu lari ke orang lain” tuturnya.

“Pertanyaannya, dimanakah jatah Rastra untuk Kami” ungkap Hambut.

Saat ditanya lebih lanjut oleh Wartawan Kabarnusantara.net terkait persyaratan dalam penerimaan Rastra, Hambut mengatakan semua persyaratannya telah dituruti sejak awal, yakni wajib memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), wajib membayar pajak dan wajib memberikan uang sebesar Rp. 150.000 untuk mendapatkan Rastra sebanyak 90 Kilo.

Namun dalam pendistribusiannya juga, terang Hambut, Rastra itu tidak sampai ke tangan Mereka yang telah mengikuti persyaratan itu.

“Kami sudah mengikuti semua persyaratannya” kata Hambut sembari menunjuk KKS itu kepada Wartawan.

“Di sisi lain Kami juga bingung dengan aturan tersebut dan atas dasar itu Kami hendak bertemu Bupati Manggarai untuk menyampaikan keluhan ini” ujar Hambut.

Hal senada disampaikan oleh Benyamin Kedadu salah satu Warga Dusun Perang, Desa Cireng kepada Wartawan Kabarnusantara.net pada waktu dan tempat yang sama.

Kedadu mengatakan pendistribusian Rastra di Desa Cireng tidak mengenai sasaran dan telah melibatkan nama Kepala Desa (Kades) di dalamnya.

“Lebih parahnya Kades Cireng juga mendapat Rastra itu” kata Kedadu.

“Ini benar-benar hal yang tidak bisa ditoleril lagi dan Kami ingin melaporkannya ke Bupati Manggarai” tegas Kedadu.

Terpisah, pernyataan dua Warga tersebut langsung ditanggap oleh Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, SH.MH saat diwawancarai oleh Wartawan Kabarnusantara.net di Ruangan Nuca Lale.

Bupati Deno mengatakan sebagai Pejabat Publik dirinya mengakomodir semua keluhan Warga Dusun Perang Desa Cireng yang tidak mendapat jatah Rastra itu.

Selain itu juga Bupati Deno menjelaskan bahwa kewenangan program Rastra untuk Rakyat kurang mampu merupakan kewenangan Pusat, dalam hal ini Kementrian Sosial RI, bukan kewenangan Daerah.

“Daerah hanya sebatas mengakomodir semua hasil  verifikasi data Penerima Rastra yang sudah diinventarisir oleh Kepala Desa” jelas Bupati Deno.

“Kalau memang ada pembuktian bahwa Kades Cireng juga mendapat jatah Rastra Saya akan tindak lanjuti itu” tandas Bupati Deno.

“Saya juga tidak bisa intervensi terlalu jauh soal Rastra karena masih ada yang lebih tinggi dari Bupati, yakni Kementrian Sosial” tutur Bupati Deno.

“Yang perlu Saya tindak lanjuti nanti adalah Kadesnya karena ini telah menyalahi aturan, tetapi  Saya juga akan terjun langsung ke lapangan untuk mencari bukti yang pasti” ujar Bupati Deno (Berto Davids/Kbn).

<

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password