breaking news New
Almarhuma Maria Yeane Agustuti

Perkara Pembunuhan Wartawati Palu Ekspres Inkracht

Palu, Kabarnusantara.net – Perkara  tindak pidana Konflik Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang mengakibatkan hilangnya nyawa Maria Yeane Agustuti sudah inkrah atau berkekuatan hukum tetap. Pasalnya, baik Jaksa Penuntut Umum (JPU) maupun terdakwa menerima putusan dengan pidana penjara selama 14 tahun. Korban yang tidak lain istri terdakwa adalah Wartawati di Harian Palu Ekspres.

Humas Pengadilan Negeri Palu yang dikonfirmasi Wartawan pada Rabu, 12 Juli mengatakan, sampai saat ini belum ada tanggapan dari para pihak, baik JPU maupun terdakwa terkait dengan putusan tersebut. Sehingga, putusan dengan pidana penjara selama 14 tahun penjara terhadap terdakwa Yohanis Sandipu pun sudah berkekuatan hukum tetap.

Bahwasannya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palu menjatuhkan putusan terhadap terdakwa Yohanes Sandipu dengan pidana penjara selama 14 tahun penjara. Yohanis Sandipu terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana Konflik Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang mengakibatkan hilangnya nyawa istrinya Maria Yeane Agustuti.

Majelis Hakim Ketua I Made Sukanada yang didampingi dua Majelis Hakim Anggota dalam putusannya mengatakan, setelah melihat fakta persidangan, tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan pledoi terdakwa, Majelis Hakim berpendapat bahwa terdakwa Yohanis Sandipu terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana KDRT yang mengakibatkan hilangnya nyawa istrinya. Sehingga tidak alasan yang cukup untuk membebaskan terdakwa. Olehnya, terdakwa Yohanis Sandipu dihukum dengan pidana penjara selama 14 tahun.

Putusan Majelis Hakim sama dengan tuntutan JPU. Pasalnya, JPU dalam tuntutannya menyebutkan bahwa terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 44 ayat 3 Undang-Undang (UU) Nomor 23 tahun 2004 tentang Konflik Dalam Rumah Tangga (KDRT). Sehingga, terdakwa Yohanis Sandipu dituntut dengan pidana penjara selama 14 tahun.

Diketahui, bahwa terdakwa Yohanes Sandipu didakwa dengan dakwaan melanggar Pasal 44 ayat 3 Undang-Undang (UU) Nomor 23 tahun 2004 tentang Konflik Dalam Rumah Tangga (KDRT). Pasalnya, terdakwa Yohanes Sandipu terbukti melakukan tindak pidana KDRT yang mengakibatkan hilangnya nyawa isterinya Maria Yeane Agustuti (37). Bahwasannya pada Jumat, 17 Maret 2017 sekitar pukul 11.00 Wita, Maria Yeane Agustuti (37) ditemukan meninggal dunia dengan wajah lebam di kamar kosnya Jalan Karoya, Palu Selatan. Jenazah almarhuma saat itu diantar ke kampung halamannya di Ruteng, Nusa Tenggara Timur. (Gusti/KbN)

<

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password