breaking news New
Para penari Ndundu Ndake saat menyambut peserta balap sepeda internasional di Lapangan Motang Rua Ruteng, Manggarai NTT

Di Manggarai, Peserta Tour de Flores 2017 Disambut 1500 Penari “Ndundu Ndake”

RUTENG, Kabarnusantara.net – Semarak Tour de Flores 2017 kian terasa. Kini, ajang balap sepeda bertaraf internasional itu memasuki Etape ke lima di jalur Borong-Ruteng.

Para peserta Tour de Flores 2017 itu disambut secara meriah dengan sebuah tarian khas daerah Manggarai yang dikenal dengan sebutan “Ndundu Ndake”.

Hebatnya, ini kali pertama tarian tradisional khas Manggarai itu dipentaskan secara masal dengan melibatkan 1500 penari baik pria maupun wanita.

Atas prestasi itu, Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) yang dipimpin Paulus Pangka,SH mencatatnya sebagai sebuah rekor baru pementasan masal tarian tradisional dan diberi rekor dunia.

Pantauan Kabarnusantara.net, tarian itu melibatkan 1500 penari yang berasal dari unsur Aparat Kodim 1612 Manggarai, Aparat Kepolisian Polres Manggarai, Aparatur Sipil Negara lingkup Pemerintah Kabupaten Manggarai, unsur masyarakat dan sejumlah aparat desa.

Tarian itu dipentaskan secara masal di Lapangan Motang Rua Ruteng, Selasa, 18/7/2017 sekitar pukul 12:30 WITA hingga selesai.

Tampak di dalam tarian, penari mengenakan busana adat Manggarai dan sejumlah asesoris khas Manggarai.

Penari putri tampak mengenakan Sarung Tenun Ikat Songke Manggarai, Selendang bermotif Songke, dan “Mbero” (pakaian busana adat Manggarai untuk wanita) .

 

Di kepala, para putri Manggarai itu mengenakan mahkota kecantikan bagi wanita yang dikenal dengan sebutan “Bali Belo“.

Tampak penari pria mengenakan baju putih berlengan panjang, celana putih yang dibalut kain Songke khas Manggarai, dan asesoris “Selepe” atau ikat pinggang khas Manggarai yang dihiasi Selendang Curuk pada bagian pinggangnya. Sedangkan di kepala, penari pria mengenakan “Sapu Curuk” dan “Tubir Rapa” berbentuk anyaman tradisional sebagai asesoris pada bagian dagu sebagai simbol kejantanan pria Manggarai.

Tampilan para penari baik dari sisi busana maupun tarian mengundang decak kagum para peserta Tour de Flores 2017.

Diantaranya, pembalap sepeda yang menjuarai Etape kelima, Daniel Whitehouse.

Kepada Kabarnusantara.net Daniel Whitehouse mengatakan,”It is amazing dance that I know. I love it”.

Whitehouse menyatakan kekagumannya akan tarian khas Manggarai itu. Ia pun menyatakan kecintaannya akan tarian khas Manggarai itu.

Selain Whitehouse, pembalap sepeda Indonesia, Muhammad Imam Arifin yang berhasil meraih juara tiga pada Etape ke lima itu mengatakan keindahan Flores tidak hanya pada alamnya, tetapi juga pada budaya dan manusianya yang ramah.

Selain itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur, DR. Marius Jelamu kepada Kabarnusantara.net mengatakan saat tarian masal “Ndundu Ndake” dipentaskan, bulu kuduknya berdiri. Jelamu mengaku merinding melihat ribuan penari bergoyang dengan gerakan yang indah dan memukau.

Kekagumannya semakin besar ketika melihat lautan manusia memadati alun-alun kota Ruteng hendak menyaksikan secara langsung ajang bergengsi itu dan atraksi budayanya yang unik.

“Ajang ini tidak sekedar untuk mengangkat potensi pariwisata NTT. Tetapi sesungguhnya, kita sedang mengangkat martabat daerah kita, martabat bangsa kita di mata dunia internasional bahwa Indonesia khususnya NTT adalah negeri yang damai, aman dan layak untuk dikunjungi,” pungkasnya. (Alfan Manah/KbN)

<

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password