breaking news New

Trump Berkuasa, Jumlah Tewasnya Warga Sipil Meningkat di Irak dan Suriah

Kabarnusantara.net – Saat masih aktif berkampanye menjelang pilpres, Donald Trump menyatakan kalau pemberantasan ISIS di Timur Tengah menjadi prioritasnya.

Janji tersebut ia tepati dan operasi militer kontra ISIS yang sudah berlangsung sejak era Obama tetap berlanjut di bawah pemerintahannya.

Namun sikap tegas Trump tersebut juga membawa konsekuensi lain.

The Independent
memberitakan bahwa sejak Trump mulai menjabat, jumlah warga sipil Irak dan Suriah yang tewas dalam operasi militer AS dan sekutunya mengalami peningkatan yang mencolok.

Sejak bulan Januari hingga pertengahan Juli ini, setidaknya 2.200 warga sipil di kedua negara tadi menjadi korban tewas. Sebagai perbandingan, antara tahun 2014 hingga 2016 jumlah korban tewas warga sipil adalah sekitar 2.300 jiwa. Jumlah tersebut menunjukkan adanya lonjakan jumlah korban tewas rata-rata per bulannya.

Menurut pejabat anggota pasukan koalisi, meningkatnya jumlah korban tewas terjadi akibat perubahan situasi di medan konflik. Mayoritas kontak senjata yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir mengambil tempat di kawasan padat penduduk seperti di kota Mosul dan Raqqa.

Ia menambahkan bahwa pasukan koalisi sudah mengupayakan segala yang mereka bisa untuk meminimalkan jumlah warga sipil yang tewas. Namun media The Daily Beast melaporkan bahwa faktanya upaya pasukan koalisi untuk mengurangi jatuhnya korban sipil cenderung berkurang.

Salah satu insiden tewasnya warga sipil yang paling menarik perhatian terjadi pada bulan Maret lalu di kota Mosul. Saat itu pihak AS mengakui kalau serangan udara yang dilakukannya menewaskan 101 warga sipil yang mencakup wanita serta anak-anak. (KbN)

<

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password