breaking news New
Kondisi jalan menuju kampung Ntalung.

Warga Kampung Ntalung Manggarai Barat Rindu Jalan Aspal

Labuan Bajo, Kabarnusantara.net – Melkior, salah seorang Warga Kampung Ntalung, Desa Coal, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, NTT kepada Kabarnusantara.net, Jumat, 21/7/2017, mengatakan warga setempat merindukan jalan aspal masuk ke kampungnya.

Pantauan Kabarnusantara.net, jalan yang menghubungkan kampung Coal menuju Kampung Ntalung itu tampak belum punya konstruksi dasar berupa batu. Saat hujan tiba, ruas sepanjang kurang lebih 2 kilometer itu menjadi berlumpur dan licin bila dilalui oleh kendaraan, baik kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua.

Tampak pula di kiri dan kanan jalan, tanaman Cengkeh milik warga bertumbuh subur. Tampak Cengkeh menjadi komoditi unggulan di kampung ini. Namun sayangnya infrastruktur jalan tak cukup memadai bagi warga memasarkan produknya ke pasar.

Lebih lanjut Melkior mengatakan sejak lama warga setempat merindukan pembangunan jalan aspal ke wilayah itu. Apalagi, ujar Melkior, arus orang dan arus barang yang melintas di wilayah itu cukup tinggi.

“Sejak lama Kami sudah rindu agar jalan ini segera diaspalkan. Apalagi arus orang dan barang ke kampung ini cukup tinggi. Ada sejumlah komoditi pertanian unggulan yang dihasilkan seperti Kopi dan Cengkeh,” ungkapnya sembari menunjuk ke arah jalan.

“Memang sekitar 3 tahun lalu ada Petugas yang datang foto dan memantau langsung kondisi jalan ini, tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut” tuturnya.

“Dengan kondisi jalan yang seperti ini, Kami juga cukup susah untuk mendapatkan Mobil atau Ojek jika ingin bepergian, terpaksa Kami harus jalan kaki lagi ke Golowelu untuk bisa mendapatkan Mobil atau Ojek” katanya lagi.

“Lebih parahnya lagi jika ada salah satu Warga yang jatuh sakit pada musim hujan, pasti akan berbahaya karena Kami terpaksa mencari dan mendapatkan Mobil di jarak yang cukup jauh guna mengantar si sakit ke Pustu” terang Warga itu.

“Itupun kalau Sopirnya mau masuk ke Kampung ini” sambungnya.

“Musim kering saja Mobil tidak berani masuk karena tanahnya lembek, apalagi kalau musim hujan” ujarnya.

“Karena itu, Kami mohon kepada pihak pemerintah agar segera menindaklanjuti kondisi jalan ini, jangan hanya datang foto saja dan kemudian setelah itu lepas tangan” tutupnya dengan nada tegas dan penuh harap (Berto Davids/KbN).

<

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password