breaking news New

Andre Garu : Perppu Melindungi Negara dari Ormas Anti Pancasila

Jakarta, Kabarnusantara.net – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Adrianus Garu mendukung penuh kebijakan pemerintah menerbitkan Perppu No 2 Tahun 2017 tentang Ormas. Perppu tersebut dianggap sebagai sikap dan kebijakan negara dalam melindungi Pancasila dari rong-rongan ideologi lain. Perppu itu juga sebagai jawaban atas ormas yang anti Pancasila.‎

“Negara harus tegas terhadap ormas yang nyata-nyata ingin mengganti dan merong-rong ideologi Pancasila dan NKRI,” kata Andre, sapaan akrab Adrianus dalam Sosialisasi Empat Pilar di Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, Jumat (21/7).‎

‎Ia menjelaskan s‎ejak Indonesia merdeka, telah disepakati bahwa dasar negaranya adalah Pancasila dan menjadi negara demokrasi yang berdasar atas hukum sebagamana diatur dalam Pasal 1 ayat (2) dan (3) UUD NRI 1945.

Konsensus nasional bangsa Indonesia tersebut mengikat semua warga negara tanpa kecuali termasuk mengikat keberadaan organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang hidup di Indonesia. Manakala ada organisasi yang menentang aturan dan kesepakatan tersebut maka sudah sepantasnya pemerintah mengambil sikap tegas.

‎”Sanksi terberat berupa pembubaran HTI diperlukan mengingat memang aktivitas HTI yang mengusung konsep khilafah secara garis besar bersifat trans nasional. Ini bertentangan dengan sila Persatuan Indonesia dalam Pancasila serta berorientasi meniadakan eksistensi NKRI,” jelas

Menurutnya, Ormas apa pun tidak bisa berdiri sebebas-bebasnya tanpa ada‎ aturan atau rambu-rambu hukum. Setiap ormas harus mematuhi aturan dan hukum yang ada di Indonesia. Dalam konteks tersebut, Perppu layak dikeluarkan sebagaimana telah dilakukan pemerintah.‎

“Kita bisa bayangkan kalau semua tanpa batas, biasa hancur negara ini,” ujarnya.

Dia menambahkan ormas HTI yang jelas-jelas menolak demokrasi dan paham nasionalisme sudah selayaknya dibubarkan. Apalagi mereka juga ingin mendirikan pemerintahan khilafah berbasiskan agama. Padahal Indonesia telah final berbentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Mereka menegasi keberadaan NKRI. Itu kan sudah melanggar,” tutup Andre. (OBI/KbN) 

<

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password