breaking news New

Ini Kegunaan Redenominasi Rupiah, Dari Rp 1000 Menjadi Rp 1

Ilustrasi

Jakarta, Kabarnusantara.net, Redenominasi mata uang rupiah seperti pemangkasan tiga nol pada rupiah (Rp1.000 menjadi Rp.1) kini pemerintah dan Bank Indonesia (BI) semakin yakin untuk melakukannya.

Hal tersebut dinilai akan banyak memudahkan masyarakat.

“Redenominasi kegunaannya banyak,” ujar Darmin Naution, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, di Gedung DPR, Jakarta, pada Rabu (19/7).

Tak hanya memudahkan masyarakat untuk menyusun laporan keuangan, redenominasi pun sangat penting bagi pusat perbelanjaan dan restoran agar  tidak perlu mencantumkan harga yang panjang. Apalagi jika satuannya sudah mencapai ratusan ribu atau jutaan.

“Nanti nulisnya tidak lagi Rp 412.000, tapi cukup Rp 412. Itu maksudnya, jadi efisiensinya banyak dalam pendataan. Kalau angka(nol) berkurang 3 di rupiah, akan sangat banyak pengaruhnya bukan cuma di perbankan, tapi di semua sektor,” paparnya.

Di bidang pendidikan sendiri, pemangkasan tiga nol juga akan mempermudah anak – anak untuk belajar berhitung.

“Saya mikirnya kasian anak-anak kita. Mereka tahunya 2+2, tapi di luar makin banyak angka 15.000+2.000 misalnya, itu kan kacau sekali. Tidak nyambung apa yang mereka hadapi dalam kehidupan tidak sama dengan yang diajarkan di kelas. Jadi itu perlu loncatan pemikiran,” kata Darmin.

Berbagai bidang pun dinilai akan merasakan dampak positif terkait penghapusan tiga nol pada rupiah.

“Biayanya kan tidak banyak. Kalau sesuatu yang biayanya mahal dipaksakan, baru akan bermasalah. Kalau sekarang redenominasi malah efisiensi terjadi. Ada benefitnya, karena lebih efisien,” tuturnya.

Lebih lanjut, Darmin menilai upaya redenominasi tersebut sangatlah tepat dengan situasi inflasi yang agak terkendali yakni, 3-4 persen.

“Saya kira tidak perlu selama itu. Mestinya sih tidak ada masalah apa-apa, ini sesuatu yang sudah disiapkan dan dibicarakan 4-5 tahun lalu. Karena sekarang momen yang bagus, inflasinya 3-4 persen. Dulu sebenarnya inflasi sudah terkendali, tapi masih agak tinggi 4-5 persen,” tutupnya. (KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password