breaking news New

Ini Yang Terjadi di Tubuh Golkar Jika Berkas Perkara Novanto Dilimpahkan ke Pengadilan

Jakarta, Kabarnusantara.net – Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus menilai pelimpahan berkas perkara Novanto ke Pengadilan jika segera dilakukan maka akan berpengaruh drastis pada situasi politik nasional.

“Pergeseran kekuatan akan muncul dan berubah secara drastis, manakala berkas perkara Setya Novanto segera dilimpahkan ke Pengadilan sehingga berimplikasi kepada status Setya Novanto berubah menjadi terdakwa,” ujarnya.

Menurut Petrus, dengan menyematkan status Terdakwa kepada Setya Novanto, maka suhu politik di Golkar semakin memanas.

“Setya Novanto bukan saja akan dinonaktifkan dari jabatan Ketua dan Anggota DPR RI, akan tetapi akan disusul dengan desakan pergantian Ketua Umum Golkar melalui munaslub, demi menghadapi pilkada 2018, pileg dan pilpres 2019, yang membutuhkan seorang Ketua Umum dengan legitimasi hukum dan politik yang tinggi,” jelasnya.

Bahkan, lanjutnya, bisa saja muncul gerakan cabut mandat dari warga NTT terhadap Setya Novanto.

Ia mengatakan, Partai Golkar selalu memiliki dinamika politik yang sangat tinggi, karena Golkar sudah diposisikan menjadi fundasi dalam pembangunan politik di Indonesia, sehingga antara kader Golkar yang bermasalah dengan kader Golkar dalam posisi aman, selalu terjadi tarik-menarik kepentingan yang senantiasa menarik perhatian publik.

“Lihat saja status Setya Novanto baru dicekal sebelum jadi tersangka, sudah muncul wacana munaslub dan ini melahirkan polarisasi kekuatan-kekuatan di internal Golkar dengan munculnya 5 tokoh gaek Partai Golkar yang berpengaruh, yang mencoba menentukan arah politik Golkar ke depan. Ada kubu Abu Rizal Bakrie, Akbar Tanjung, Jusuf Kala, Luhut B Panjaitan dan Setya Novanto,” ujarnya.

Ia menambahkan, Setya Novanto pasti masih berusaha keras secara politik untuk meloloskan diri dari status tersangka di KPK.

“Namun rasanya sulit, karena kasus korupsi e-KTP ini, menghadapkan Setya Novanto dengan KPK yang tidak mengenal kompromi,” tandas advokat peradi tersebut.

Sementara itu, kata Petrus, untuk pilkada di NTT bisa muncul calon alternatif di luar Iban Meda dan Melki Lakalena. Hal itu, menurutnya terjadi jika saja muncul kubu alternatif yang menentukan calon lain di luar kedua kader Golkar tadi yaitu Meda dan Lakalena.

“Maka akan muncul dinamika politik di pilkada NTT yang semakin menarik karena bisa saja Meda dan Melki Lakalena tetap maju dengan menggunakan infrastruktur politik di luar Partai Golkar,” tuturnya.

Dikatakannya, hal itu demi menjaga gengsi politik bahkan demi memelihara konstituen sebagai pintu cadangan menuju pileg 2019, sehingga konstestasi pilgub NTT akan diwarnai oleh konflik di dalam tubuh Golkar yang sedang memanas. (Wirawan/KbN)

<

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password