breaking news New

Imam OMI: PMKRI Tidak Boleh Kehilangan Identitas

Rm. Susanto, OMI Saat Berkotbah Pada Perayaan Misa Pembukaan Pelantikan Ketua Presidium PMKRI Cabang Yogyakarta

Yogyakarta, Kabarnusantara.net – Tantangan kita sebagai minoritas begitu besar di tengah mayoritas. Perhimpunan Mahasiswa Katolik(PMKRI) pun tak boleh kehilangan identitas Kekatolikannya. Hal itu diungkapkan oleh Imam Oblat Maria Imaculata (OMI), Romo Susanto dalam kotbahnya pada perayaan misa pembukaan acara pelantikan Ketua Presidium PMKRI Cabang Yogyakarta St. Thomas Aquinas di wisma Imanuel, Sabtu (29/07/2017).

“Kehadiran kita ditengah mayoritas tentu mengalami banyak tantangan. PMKRI pun harus siap menjadi saksi atau gandum yang didasari oleh semangat cinta kasih dan persaudaraan sejati tanpa mesti mentriak-teriakan dirinya dengan kotbah bahwa dirinya adalah Katolik. Tetapi melalui implementasi nilai-nilai kebaikan tersebut,” ungkap Romo Susanto.

Jika semangat persaudaraan dan cinta kasih itu hilang, menurutnya identitas PMKRI dipertanyakan.

“Apabila semangat fraternitas dan cinta kasih itu hilang maka identitas PMKRI sangat dipertanyakan,” ucap Romo Susanto.

Lebih lanjut, dalam uraiannya atas tema misa pembukaan acara pelantikan “Menjadi Garam dan Terang Dunia” tersebut, Romo Santo juga menegaskan akan kesiapsedian PMKRI Cabang Yogyakarta untuk selalu peka dan siap menjawabi beragam persoalan yang ada.

“Ilalang itu kita kenal sebagai tumbuhan yang menggangu tanaman lain. Namun, ilalang pun tak mudah diatasi. PMKRI Yogyakarta dituntut untuk peka dan siap menjawabi perseoalan yang ada tersebut,” jelas Romo Susanto.

Lebih jauh, Romo Susanto menegaskan agar PMKRI Yogyakarta sebagai gandum yang tidak hanya bertahan hidup, namum bisa menghasilkan buah.

“Tantangan gandum diantara ilalang adalah bukan hanya supaya bisa bertahan hidup, nemum lebih dari itu bagaimana gandum bisa terus menghasilkan buah. Demikian PMKRI Yogyakarta dalam dinamikanya tentu banyak berhadapan dengan persoalan. PMKRI diharapkan untuk selalu menghasilkan buah ditengah tantangan itu,” tambah Imam asal Kelaten tersebut.

Selain itu, ia berharap agar PMKRI Yogyakarta melalui semangat fraternitasnya selalu membuka diri dengan organisasi lain.

“Melalui semangat fraternitas yang ada pada benang merah PMKRI, PMKRI sangat diharapkan untuk selalu membuka diri, bersaudara di dalam PMKRI sendiri dan bersaudara di luar,” harap Rektor Novisiat OMI tersebut.

Kepada pengurus baru PMKRI Cabang Yogyakarta periode 2017-2018, dirinya menilai keputusan anggota PMKRI Cabang Yogyakarta untuk menjadi pengurus adalah sebuah kepercayaan dan panggilan.

“Menjadi pengurus itu tak mudah. Tidak banyak orang yang bersedia menjadi pengurus. Maka keputusan menjadi pengurus itu adalah sebuah pilihan dan panggilan serta kepercayaan oleh negara dan Gereja. Dari itu sangat dibutuhkan jiwa militansi, kuat dan benar-benar mampu diandalkan Gereja dan Negara” tegas Romo Susanto. (Elna Permatasari/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password