breaking news New

Buka Rapimnas Hanura, Presiden: Pendidikan Indonesia Monoton dan Linier

Denpasar, Kabarnusantara.net Ribuan Kader partai hanura dari seluruh Indonesia hadir dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Hanura yang dilaksanakan selama 3 hari di Bali, Jumat hingga Minggu (4-6/8/2017).

Turut hadir dalam Rapimnas ini Presiden Joko Widodo beserta tokoh lain yaitu Menteri Polhukam Jend. Purnawirawan Wiranto yang juga mantan ketua umum partai Hanura, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Dalam Negeri Cahyo Kumolo, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Hukum dan HAM Yosana Laoly, Kapolri yang diwakilkan dan Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia bersama Petinggi Partai Hati Nurani Rakyat.

Mereka hadir dalam acara ini sebagai Pemateri dalam berbagai sesi kegiatan Rapimnas yang sebelumnya dibuka oleh Presiden Jokowi. Dalam sambutannya, Presiden sempat menyinggung soal pendidikan di Indonesia yang saat ini masih cenderung monoton dan linier.

Padahal, menurut dia, menghadapi persaingan global, perlu ada persiapan secara rinci dan baik agar Indonesia tak tertinggal.

Ia pun turut menyinggung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

“Mendikbud, Mendikti itu harus sangat responsif terhadap perubahan-perubahan yang ada di global maupun perubahan-perubahan yang kita hadapi di negara kita,” ujar Jokowi dalam sambutannya di Kuta, Bali, Jumat (4/8/2017).

Selain menyinggung pendidikan, Jokowi menyampaikan pada lima hingga 10 tahun ke depan, generasi Y akan memengaruhi dan menggerakan pasar serta memengaruhi landskap politik-ekonomi Indonesia.

Maka, penting untuk menggenjot infrastruktur serta pembangunan sumber daya manusia. Ia mencontohkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang saat ini cenderung monoton. Menurut dia, perlu ada perubahan yang berani.

“Mestinya jurusan-jurusan ini juga harus diganti dengan perubahan-perubahan yang ada. Bisa saja di situ jurusan animasi, jurusan video, jurusan retail misalnya. Kenapa tidak? Karena memang dunia sudah berubah,” tutur Presiden Jokowi.

Sambutan Jokowi diperkuat oleh Menkopolhukam. Kondisi kita saat ini di Indonesia sudah sangat kompleks. Maka perlu keberanian dari pemimpin untuk bersikap.

Dia mencotohkan tentang diterbitnya “Perppu Ormas yang belakangan menuai tanggapan yang sangat bervariasi. Ada yang tidak setuju tetapi banyak juga yang menolaknya, sehingga pemimpin harus bersikap secara berani” katanya.

Setelah sambutan mantan ketua umum ini acara kemudian dilanjutkan dengan materi yang disampaikan menteri hulum dan HAM. Dalam ulasannya Yosana Laoli menjelaskan materi yang disampaikan hampir semuanya sudah dijelaskan oleh mantan Ketua Umum yang kini jadi Menkopolhukam.

Dalam kesempatan selanjutnya materi yang menarik lerhatian peserta Rapimnas ialah materi yang disampaikan Panglima TNI Gatot Nurmantio. Panglima menjelaskan Secara gamblang tentang penyebab peperangan yang sedang menimpa dunia saat ini secara khususnya wilayah Timur Tengah.

“Saya menyakini 80 persen penyebab perang saat ini adalah perebutan energi. Dunia mengalami perubahan yang cepat sehingga menyebabkan adanya permasalah secara demografi dan persaingan antara negara yang mau menguasai energi” tutup Jendral Gatot. (Martin/KbN)

<

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password