breaking news New

Di Bulan Agustus-September Kebakaran Hutan Akan Meningkat

Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membahas kebakaran hutan dan lahan yang kian meluas akhir-akhir ini. Dia mengusulkan kepada Jokowi agar segera diadakan rapat koordinasi (rakor) kebakaran hutan dan lahan secepatnya.

“Saya akan tindak lanjuti dengan Sekretaris Kabinet. Saya akan segera menyurati untuk minta rakor seluruh kepala daerah, terutama di daerah yang rawan,” kata Siti setelah bertemu dengan Jokowi di Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Senin (7/8/2017).

Kawasan yang rawan kebakaran hutan dan lahan antara lain Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Riau, Sumatera Utara, dan Merauke-Papua. Ada pula wilayah baru, seperti Aceh, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Timur. Oleh karena eskalasi kebakaran terpantau meningkat, kewaspadaan juga diperlukan saat ini sampai bulan depan.

“Nah, kemarin waktu rapat di Kantor Kemenko Polhukam, saya melaporkan bahwa kita harus waspada. Karena nanti kalau lihat cuaca tahun lalu, puncaknya ini di Agustus. Kalau lihat cuaca pada 2015 di September. Jadi ini (2017) kita harus waspadai ini di Agustus-September, relatif berat. Makanya saya segera mengusulkan untuk rapat koordinasi,” tutur Siti.

Di Kalimantan Barat, kebakaran hutan dan lahan ada yang kecil di bawah 1 hektare, namun ada pula yang sekitar 6 hektare. Siti menyeru aparat agar mengejar pelaku pembakaran lahan yang kelewat luas itu.

“Sudah ada yang diambil-ambil juga oleh kepolisian. Sudah diperiksa-periksa juga yang di atas 2 hektare ini, kalau di atas 6 hektare ini sengaja di dekat-dekat konsesi,” ujarnya.

Memang aturannya, tak jadi masalah bila sistem berladang yang melibatkan pembakaran lahan itu luasnya di bawah 2 hektare. Apalagi itu juga sudah tradisi di Kalimantan Barat. Namun, bila lebih dari 2 hektare, itu tidak diperbolehkan.

Di Sumatera utara, ada 1.100 hektare lahan yang terbakar. Di Riau, 470 hotspot terpantau, namun bila dilihat dari citra satelit ada 5.000 hotspot yang terpantau terbakar. Masih di Riau dan sekitarnya, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) terpantau sedang, khususnya di Rumbai, Duri, Minas, dan Dumai. Meski begitu, data sangat dinamis, bisa jadi sekarang berubah. Secara umum di Indonesia, ada kenaikan 30 persen hotspot.

Solusi kebakaran hutan dan lahan adalah membuat sekat kanal, embung, dan pengeboran sumber air. Daerah-daerah terbakar biasa mengalami kekurangan air. Bisa pula diterapkan bom air (water bombing) untuk memadamkan api. (Yos/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password