breaking news New

Mengaku Pernah Diintimidasi, Penjahit Asal Bandung Ini Berharap Ada Keadilan

Penjahit asal Bandung Jawa Barat, Dadang Hajari

Ruteng, Kabarnusantara.net – Kisah sedih dialami oleh salah satu Penjahit asal Bandung Jawa Barat, Dadang Hajari yang bekerja di Kota Ruteng, tepatnya di Pasar Puni, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Propinsi NTT.

Kisah sedih yang dialami Dadang Hajari terungkap di Kabarnusantara.net saat ditemui di Kediamannya di Tebing Tinggi, Kelurahan Lawir, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.

Dengan mata berkaca – kaca pedih, Penjahit berwajah lugu ini mengatakan bahwa dirinya pernah diintimidasi oleh Majikannya sendiri yang berinisial RH.

“Saya pernah diintimidasi oleh Majikan Pak, baik melalui telepon maupun saat berada bersama dengannya” ungkap Dadang Hajari, sapaan akrab Dadang kepada Kabarnusantara.net.

Saat ditanya terkait alasan intimidasi yang dilakukan Majikan RH terhadapnya, Dadang mengatakan bahwa alasan RH mengintimidasinya karena tidak pernah masuk kerja selama beberapa hari.

“Dia mengintimidasi Saya karena selama beberapa hari Saya ngga masuk kerja Pak” kata Dadang.

“Alasan Saya ngga masuk kerja karena sampai sekarang gajinya belum diberi” katanya lagi.

Tak berhenti sampai disitu, Dadang pun mengaku bahwa intimidasi yang dilakukan Majikan RH terhadapnya berupa pembayaran denda yang dibebankan kepadanya.

“Saya dipaksa untuk membayar denda sebesar 1 Miliar kalau ngga masuk kerja lagi” ngaku Dadang.

“Bagaimana punya semangat untuk masuk kerja. Gaji Saya aja belum diterima” sambung Dadang.

“Saya juga merasa heran ketika diintimidasi seperti itu. Masa Saya yang sudah jadi korban dikorbankan lagi” tutur Dadang heran.

“Saya butuh keadilan Pak. Mudah – mudahan Pak bisa memediasi kasus ini” ujar Dadang berharap.

“Saya juga ngga ngerti sama Majikan, mengapa Saya didenda begitu” ungkap Dadang kesal.

Saking kesal dengan intimidasi itu, Dadang juga mengaku bahwa selain Majikan RH, adapun Oknum lain yang mengintimidasinya melalui telepon. Oknum yang disebut Dadang berinisial R.

“Saya diintimidasi oleh Oknum R dengan caci makian Pak” ngaku Dadang.

“Saya menduga RH dan R telah bekerja sama” kata Dadang.

Saat dikonfirmasi, RH malah membantah tudingan Dadang.

RH mengatakan bahwa dirinya tidak pernah mengintimidasi Dadang dengan denda sebesar itu.

“Saya hanya kesal mengapa Dia tidak pernah masuk kerja lagi” ungkap RH kepada Kabarnusantara.net saat ditemui di Kediamannya, Kelurahan Pau, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai pada waktu yang berbeda.

RH juga membantah tudingan Dadang terkait gajinya yang tidak diberi.

Perjanjian gaji antara Dadang dan RH diberi dan dibagi dua dari hasil pendapatan kerja tiap hari.

Menurut RH, jika satu hari Dadang tidak mendapat pemasukan, maka gajinya juga tidak diberi.

“Saya termasuk bijak dalam mempekerjakan Dadang” kata RH.

“Pemasukannya saja tidak ada, terus boro – boro minta gaji. Apa Saya ngga rugi sebagai Majikannya” tutur RH.

RH juga mengatakan bahwa selain mendapat gaji, Dadang juga difasilitasi Makan, Minum dan Tempat Tinggal yang layak.

“Saya termasuk perihatin terhadapnya Pak. Dasar tidak tahu balas budi” kesal RH.

“Saya tidak pernah meminta denda kepadanya. Saya hanya menuntut agar Dia masuk kerja lagi. Kasian Jahitan orang numpuk” tuturnya lagi.

Ditemui terpisah, Oknum yang berinisial R juga membantah tudingan Dadang.

“Saya tidak pernah menelpon Dadang dengan caci makian. Dia bisa buktikan atau tidak tudingannya. Nama baik Saya lebih mahal” terang R.

“Saya dan RH memang menjalin hubungan baik, tetapi tidak pernah bekerja sama dengannya untuk mengintimidasi Dadang” jelas R.

“Saya tipikal orang yang tidak pernah mencampuri urusan orang lain” tegas R. (Berto Davids/KbN).

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password