breaking news New

Angkat Budaya Lokal, Paskibraka Kabupaten Manggarai 2017 Adopsi Formasi Rumah Gendang


Ririn akan menjadi pusat perhatian pada saat upacara pengibaran Bendera Pusaka Merah Putih 17 Agustus mendatang.


RUTENG, Kabarnusantara.net – Dalam upaya mengangkat Budaya Manggarai sebagai bagian integral dari Budaya Bangsa Indonesia, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka tingkat Kabupaten Manggarai mengadopsi formasi Rumah Gendang.

Pantauan Kabarnusantara.net, pada sesi latihan di Ruteng, Sabtu, 12 Agustus 2017, tampak formasi khusus Paskibraka yaitu pasukan 17, pasukan 8, dan pasukan 45 berbaris membentuk formasi Rumah Gendang atau rumah adat Manggarai.

Pelatih Paskibraka Kabupaten Manggarai, Hengki Haba di sela-sela latihan mengatakan Paskibraka dibagi menjadi dua tugas yaitu pasukan yang melakukan tugas pagi sebagai pengibar bendera dan tugas sore sebagai pasukan penurun bendera.

Soal formasi barisan Paskibraka, ujar Haba, pihaknya mengadopsi kekhasan budaya Manggarai yaitu formasi yang membentuk Rumah Gendang atau rumah adat Manggarai.

“Formasi ini merupakan ide dari Kabid Kepemudaan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Manggarai agar tahun ini harus ada perubahan. Dan saat saya konsultasikan ke Danki Brimob Manggarai, beliau merekomendasikan perlu mengadopsi formasi yang sesuai dengan budaya Manggarai. Awalnya kita mau adopsi formasi Buah Pala dari daerah lain. Tetapi tidak cocok,” ujarnya.

Sementara itu, personil Paskibraka Kabupaten Manggarai 2017 diambil dari siswa-siswi SMA dari seluruh kecamatan di Kabupaten Manggarai.

Ada 30 siswa SMA yang tergabung dalam Paskibraka Kabupaten Manggarai 2017 ini. Siswa anggota Paskibraka yang masuk dalam formasi pemandu sebanyak 17 orang, dan formasi inti 8 orang.

Selain para siswa, ada pasukan 45 sebagai pasukan pengawal dari Subden II Brimob Manggarai.

Sedangkan pembawa baki Bendera Pusaka ada 4 orang, diantaranya pembawa baki pada pagi hari di kendaraan dipercayakan kepada seorang siswa SMA St. Fransiskus bernama Putri. Dan pembawa baki pada sore hari di kendaraan dipercayakan kepada seorang siswa asal MAN Reo bernama Aulia.

Sementara pembawa baki Bendera Pusaka pada pasukan 8 di pagi hari dipercayakan kepada Ririn, seorang siswa SMA St. Maria Iteng.

Ririn akan menjadi pusat perhatian pada saat upacara pengibaran Bendera Pusaka Merah Putih 17 Agustus mendatang.

Dan pembawa baki Bendera Pusaka pada saat penurunan bendera di sore hari dipercayakan kepada Tessa, seorang siswa SMA Setia Bhakti Ruteng.

Selain itu, Kepala Seksi Pembinaan dan Pengawasan Bidang Kepemudaan dan Olah Raga, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Manggarai, Flavianus Nadu, S.Pd kepada Kabarnusantara.net mengatakan jumlah siswa yang tergabung dalam Paskibraka Kabupaten Manggarai 2017 sebanyak 30 orang, diantaranya 17 putri dan 13 putra.

“Bersama para pelatih, kami terjun langsung ke sekolah-sekolah. Kami pilih siswa SMA terbaik dari seluruh kota kecamatan yang memenuhi berbagai kriteria baik fisik maupun kecerdasannya. Jadi tak ada unsur nepotisme,” ujar Flavianus lagi.

Dikatakan Flavianus, para siswa anggota Paskibraka itu mulai dikarantina sejak 17 Juli 2017 lalu di Rumah Efata Ruteng.

Selain latihan baris berbaris, mereka diberi pelatihan dasar-dasar kepemimpinan pada malam hari.

“Selama masa karantina ada latihan baris berbaris pada pagi hingga sore hari. Sedangkan pada malam hari diisi dengan pelatihan kepemimpinan. Ada materi pembentukan karakter, moral dan etika, ada materi tentang musik, kepemimpinan tingkat dasar seperti bagaimana bekerjasama dalam tim kerja, dan materi-materi lainnya,” tambahnya.

Dengan persiapan yang matang, Flavianus yakin Paskibraka Kabupaten Manggarai 2017 dapat tampil sempurna seperti yang diharapkan. (Alfan Manah/KbN)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password