breaking news New

Mahasiswa Papua Nyalakan Lilin di Depan Istana Negara Untuk Korban Penembakan di Deiyai

Jakarta, Kabarnusantara.net – Para mahasiswa Papua, Masyarakat Papua dan para pemerhati kemanusiaan menyalakan lilin di depan istana negara pada Rabu (9/8) malam untuk menyatakan rasa duka atas kasus “Deiyai Berdarah 1 Agustus 2017”.

Marten Goo, Koordinator aksi menyampaikan bahwa kasus ini memberikan duka yang mendalam bagi warga di Kabupaten Deiyai, karena sebelumnya, warga Deiyai sedang mengalami duka atas meninggalnya lebih dari 90 orang karena masalah kesehatan.

“Kejadian Luar Liasa (KLB) itu menarik perhatian kita semua dan turut merasakan duka,” ujar Marten.

“Atas duka yang dialami rakyat Deiyai, aparat Indonesia malah melakukan duka berlapis kepada rakyat di Deiyai dengan menembak 17 warga, 1 meninggal dunia. Dari 17 orang yang ditembak, 5 orang adalah anak di bawah umur. Tindakan yang sangat begitu kejam, karena Polisi hadir bukan sebagai penegak hukum tapi hadir untuk menembak warga dengan seenaknya,” lanjutnya.

Ia menambah saat rakyat Papua sedang berduka, aparat Negara kembali menembak dua warga Papua di Pomako, Timika, Papua, pada hari Rabu, 9 agustus 2017 atau pada saat lilin akan dinyalakan di depan istana Negara.

“Korban tersebut adalah Theo Kamtar (22 tahun) kena bagian perut dan Mati di tempat, Rudi Kokoputs (24 tahun) kena tangan kanan dan patah, hingga kini kondisinya masih kritis di RSUD Mimika. Duka berlapis,” ungkap Goo.

“Atas kasus tragedi Deiyai Berdarah dan Pomako berdarah, kami menyampaikan turut berbelasungkawa. Kami tahu tak ada keadilan di Negara ini buat orang Papua, tapi kami akan selalu berjuang untuk kebenaran dan keadilan bagi orang Papua di tanah Papua,” tutupnya. (Toss/KbN)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password