breaking news New

Permintaan Maaf Tidak Akan Menghentikan Pelanggaran HAM di Papua

Marten Goo

Jakarta, Kabarnusantara.net – Aktivis kemanusiaan Papua, Marthen Goo menilai permintaan maaf Pangdam Cenderawasih pada Minggu (13/8) tidak akan tidak akan menghendaki pelanggaran HAM di Papua.

Permintaan maaf tersebut menyusul peristiwa penembakan terhadap 2 warga pada tanggal 9 agustus 2017 yang diduga dilakukan oleh anggota TNI.

Peristiwa itu mengakibatkan dua warga atas nama Theo Kamtar (22) meninggal di tempat dan Rudi Kokoputs (24) kritis dan dirawat di rumah sakit Timika.

“Permintaan maaf pangdam ini tentu baik sebagai pengakuan bahwa anak buahnya sudah melakukan kejahatan kemanusiaan, namun tindakan permintaan maaf tersebut tidak akan menghentikan pelanggaran Ham yang terjadi di Papua, apalagi pelanggaran Ham di Papua itu sudah terjadi sejak Papua dipaksakan bergabung dengan Indonesia sampai saat ini,” Ujar Goo kepada Kabarnusantara.net di Jakarta.

Ia mengatakan, mestinya permintaan maaf Pangdam Cenderawasih itu harus diikuti dengan upaya menghentikan pelanggaran Ham di Papua.

“Harus ada upaya-upaya kongkrit yang bisa dilaksanakan untuk menghentikan kejahatan kemanusiaan di Papua. Semua orang di dunia itu pada prinsipnya ingin hidup aman dan damai,” katanya.

Menurutnya, hal yang harus dilakukan adalah, pertama memecat setiap pelaku kejahatan kemanusiaan; kedua mengadili pelaku kejahatan kemanusiaan; ketiga memberikan sangsi yang seberat-beratnya agar kejahatan yang sama tidak terjadi berulang-ulang.

“Ini kejahatan menghilangkan nyawa orang, sehingga harus dirumuskan efek jera yang lebih ril, ketat dan besar. Kalau hanya minta maaf tanpa ada efek jera, itu sama dengan kita membiarkan pelanggaran Ham terus terjadi di tanah Papua”.

Menurutnya, Duka rakyat di Pomako adalah duka rakyat Timika, duka orang Papua, duka semua pekerja kemanusiaan, duka pecinta kemanusiaan.

“Kemanusiaan itu harus ditempatkan jauh lebih tinggi dari semua hal di duniawi, harus ditempatkan jauh lebih tinggu juga dari negara,” tutupnya. (KbN)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password