breaking news New

PP PMKRI, Andy Tandang: Masyarakat Lokal Harus Dilibatkan Dalam Pembangunan Pariwisata

Pengurus Pusat PMKRI, Andy Tandang saat Memberikan Sambutan dalam Acara Penutup KSR Regio Flores di Dalo, Kecamatan Ruteng, Manggarai NTT, Sabtu (12/08/2017)

Ruteng, Kabarnusantara.net – Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Andy Tandang dalam sambutanya pada acara penutupan Konferensi Study Regional (KSR) PMKRI Regio Flores turut menyinggung soal kepariwisataan Pulau Flores.

Dalam sambutanya itu, dirinya menegaskan pembangunan pariwisata di Flores harus melibatkan masyarakat.

“Pembangunan pariwisata di Flores harus betul-betul melibatkan masyarakat. Karena kehadiran pariwisata ini demi kesejahteraan masyarakat sendiri,” ungkap Andy.

Andy pun menutut peran maksimal Pemerintah daerah dalam melibatkan masyarakat pada setiap pembangunan pariwisata di Flores lebih khusus  melakukan pengawasan kepada para investor agar tidak menggangu masyarakat lokal dan memberi tempat kepada masyarakat setempat dalam pembangunan kepariwisataan tersebut.

“Pemerintah daerah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap investor-investor asing yang berinvestasi di Flores sehingga kehadiran mereka tidak mengabaikan atau mengganggu masyarakat lokal dan pembangunan pariwisata tersebut menyediakan tempat yang luas bagi keterlibatan masyarakat” tegas Andy.

Tidak hanya itu, menurutnya pemberian izin untuk berinvestasi kepada investor juga harus lebih diperhatikan. Ijin investasi baginya, harus diawali dengan kajian yang mendalam agar tidak merugikan masyarakat.

“Pemberian izin-izin investasi kepada pihak investor harus didahului dengan kajian yang mendalam agar tidak berpotensi merugikan masyarakat,” ujar Tandang.

Sementara itu, Yoakim Seke yang merupakan Komisaris daerah (Komda) Flores mengatakan, upaya untuk meningkatkan sektor pariwisata di Flores bisa dilakukan dengan membentuk Badan promosi pariwisata oleh Pemda dengan maksud supaya badan ini bekerja secara khusus untuk mempromosikan pariwisata Flores berbasis kawasan.

Sake pun berharap kepada pemerintah daerah agar harus melakukan penertiban terkait usaha-usaha pariwisata yang ilegal dan juga pendataan yang jelas mengenai objek-objek pariwisata agar pariwisata Flores berbasis kawasan mempunyai karakteristik tersendiri sehingga mampu mendatangkan tamu-tamu dari luar yang menikmati keindahan alam dan budaya Flores.

Acara yang berlangsung di Balai Penyuluhan Dalo, Kecamatan Ruteng, Manggarai, NTT pada Sabtu, (12/08/2017) tersebut turut dihadiri sejumlah alumni. Salah satu diataranya adalah Bapak Sebas Hanu.

Sebas Hanu dalam sambutanya mengharapakan agar poin-poin rekomendasi yang telah dihasilkan KSR PMKRI Regio Flores bisa membantu dalam peroses peningkatan pembangunan pariwisata berbasis masyarakat. (AT/KbN)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password