breaking news New

Aktivis Papua: Tidak Ada Penyerangan Warga Terhadap Aparat di Deiyai

Jakarta, Kabarnusantara.net – Sangat tidak benar jika ada pihak-pihak yang menyebutkan bahwa ada penyerangan warga terhadap aparat dalam peristiwa “Deiyai berdarah 1 agustus 2017”.

Demikian disampaikan aktivis kemanusiaan Papua, Marthen Goo di Jakarta kepada Kabarnusantara.net.

“Jika ada pihak-pihak yang menyebutkan adanya penyerangan, itu “Fitnah”, tidak benar, dan mengada-ngada. Bahkan diduga itu sebagai upaya untuk menenggelamkan peristiwa Ham berdarah di Deiyai,” ucap Goo.

Menurutnya, keberadaan aparat di Oneibo, tidak disenangi warga yang juga adalah pihak korban dan keluarga korban, sehingga mereka mengusir aparat untuk harus pergi dari Oneibo, apalagi aparat datang dengan senjata lengkap seperti di medan pertempuran.

“Bentuk mengusir aparat dengan meneriakkan aparat, bentak-bentak dengan kata-kata dan sesekali ada yang lempar dengan batu kecil. Bentuk pengusiran itu sebagai protes warga terhadap kedatangan aparat, bukan menyerang aparat. Warga tidak percaya aparat yang berasal dari luar,” lanjutnya.

Ia menambahkan, warga yang mengusir aparat dari Oneibo tersebut berusaha dihentikan oleh kepala Desa, Guru, 2 anggota Polisi yang berasal dari Papua, bahkan oleh dua Bapak (orang tua) yang ada di situ, agar tidak mengusir aparat.

“Ada saksi yang menghentikan upaya warga mengusir aparat, dan mereka adalah: Guru, 2 anggota Polisi yang berasal dari Papua, kepala desa dan dua orang tua lainnya.”

Lebih lanjut dikatakan Goo, karena aparat merasa diusir dan tidak menerima usiran, kemudian melepaskan renteten tembakan ke arah warga, sehingga 2 anggota Polisi yang berasal dari Polsek setempat menghindar karena takut kena peluru rentetan tersebut.

“Guru dan kepala Desa serta dua orang tua tersebut pun menghindar. Tembakan rentetan itu tidak hanya mengorbankan orang dewasa, 5 anak sekolah SMP dan SD juga kena tembakan (2 anak SD, 3 anak SMP),” jelasnya.

Atas peristiwa itu Marthen menghimbau agar jangan bermain Drama atas peristiwa Ham di Deiyai.

“Kita jujur-juran saja atas peristiwa Ham tersebut. Dari unsur Ham dalam UU No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, unsur itu memenuhi adanya peristiwa pelanggaran Ham, bahkan berpotensi pelanggaran ham Berat. Sekarang tinggal kita tunggu bagimana hasil pemantauan Komnas atas peristiw Deiyai,” tutupnya. (KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password