breaking news New

CV Rindani dan PLN Ruteng Bantah Pernyataan Warga Cambir

RUTENG, Kabarnusantara.net – CV Rindani dan PLN Ruteng akhirnya membantah laporan Warga Kampung Cambir, Desa Wae Ajang, Kecamatan Satarmese , Kabupaten Manggarai, NTT yang dimuat melalui Kabarnusantara.net terkait prilaku Oknum Step memungut biaya kepada Warga sebelum jaringan listrik masuk.

Berdasarkan berita yang dirilis Kabarnusantara.net belum lama ini, Step pernah memungut biaya sebesar RP. 25.000.000 dari 25 KK Warga Kampung Cambir sejak 2013 silam untuk kepentingan jaringan listrik masuk ke Kampung itu.

“Kami dipunguti biaya sebesar RP. 1.000.000 tiap KK dan yang terkumpul pada saat itu sebesar RP. 25.000.000 dari 25 KK” demikian laporan Warga Kampung Cambir dikutip dari berita sebelumnya.

Laporan ini akhirnya dibantah oleh Ferdinandus Ladang selaku Pimpinan CV Rindani yang berpusat di Kota Ruteng saat diwawancarai oleh Kabarnusantara.net pada Senin (28/8/2017) di Kantor PLN Ruteng.

Ferdi mengatakan bahwa CV Rindani tidak pernah mengutus seseorang sebagai Calo atau Perantara untuk memungut uang kepada Warga Kampung Cambir guna kepentingan masuknya jaringan listrik.

Dia juga mengatakan bahwa CV Rindani tidak mengenal nama Oknum Step yang telah membawah nama Lembaga untuk kepentingannya.

“Pegawai CV Rindani tidak ada yang nama Step. Kami tidak kenal orang itu” tandas Ferdi.

“Ini merupakan prilaku Oknum yang telah mencemarkan reputasi Lembaga. Kami tidak terima dengan hal itu” pungkas Ferdi.

Lebih lanjut Ferdi mengatakan CV Rindani dan PLN Ruteng merupakan mitra kerja yang bergerak sesuai aturan.

“Kami tidak sembarang memungut biaya kepada Warga apabila mengurus masuknya jaringan listrik. Itu semua ada aturan mainnya dan harus sesuai prosedur” ujar Ferdi.

“Intinya CV Rindani tidak pernah memungut biaya kepada Warga sebelum jaringan listrik masuk” ujarnya lagi dengan nada tegas.

Hal senada dibantah oleh Nyoman Sukariawan selaku Teknisi Lapangan PLN Ruteng saat diwawancarai Kabarnusantara.net pada waktu dan tempat yang sama.

“Sebelumnya Saya kaget lihat berita yang mengatakan bahwa ada Oknum yang memungut uang kepada Warga sebelum jaringan listrik masuk” ungkap Nyoman.

“Tindakan Oknum itu telah mencemarkan reputasi PLN Ruteng di tengah Pelanggan. Kalau tahu, Oknum itu akan segera Kami proses” kata Nyoman.

Nyoman juga mengatakan dalam rencana kerja PLN Ruteng dan CV Rindani, Kampung Cambir belum punya jadwal masuk listrik.

“Kami baru persiapkan jadwalnya untuk Kampung – Kampung lain. Sedangkan Kampung Cambir belum” lanjut Nyoman.

“Oleh karena itu, Kami membantah semua laporan Warga Kampung Cambir sekaligus membantah prilaku Oknum Step yang membawah nama PLN Ruteng dan CV Rindani untuk memungut biaya kepada Warga” jelas Nyoman.

“Jadwalnya saja belum. Masah Kami nekat melakukan hal sebodoh itu” sambung Nyoman.

Selain itu Nyoman juga mengatakan bahwa CV Rindani dan PLN Ruteng pernah mengadakan Sosialisasi bersama seluruh Kepala Desa se Kabupaten Manggarai beberapa waktu lalu.

Salah satu hal yang dibahas dalam Sosialisasi itu, tambah Nyoman, mencegah masuknya Oknum yang dengan semena – mena membawah nama Lembaga untuk memungut uang kepada Warga.

“Kepala Desa harus meminta identitas seseorang jika ingin masuk ke Kampung, seperti yang di Lewur dulu” kata Nyoman.

Di sela – sela Wawancara salah satu pegawai CV, Ferdi Sunarto Pangor juga menegaskan Kepala Desa harus meminta identitas Pelaku karena ini merupakan penipuan Massal.

“Untuk kedepannya Kami akan bekerja sama dengan Kepala Desa demi mencegah terjadinya pungutan liar seperti itu karena telah menjadi kesepakatan pada saat Sosialisasi itu juga” ungkap Ferdi. (Berto Davids/KbN).

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password