breaking news New

Ini Enam Bidang Pendampingan Program Revitalisasi SMK di SMK Sadar Wisata Ruteng

Dari kiri ke kanan : Kepala Sekolah SMK Sadar Wisata, Wilhelmus Bastian, Pendamping Program Revitalisasi SMK Sadar Wisata, DR. Agus Hery Supadmi Irianti,M.Pd, Kepala Seksi SMK Wilayah VII NTT, Ursula Besna N. Senaru, Ketua Yayasan Pendidikan Karya Nusantara, Baltasar Tembot, dan Ketua Tim Revitalisasi SMK Sadar Wisata Ruteng, Stefi.

RUTENG, Kabarnusantara.net,
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sadar Wisata Ruteng menjadi salah satu dari 125 SMK se-Indonesia yang menjadi Pilot Projek Revitalisasi SMK pada tahun 2017.

Dalam proses Revitalisasi SMK itu, Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan pendampingan langsung kepada SMK Sadar Wisata untuk merencanakan pengembangan sekolah Tahun 2019 (Jangka Pendek) dan Tahun 2025 (Jangka Menengah).

Kegiatan ini dibimbing langsung oleh pendamping yang ditunjuk oleh Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud RI, yaitu DR. Agus Hery Supadmi Irianti,M.Pd, salah seorang Ahli Pendidikan Vokasi dari Universitas Negeri Malang.
Pantauan Kabarnusantara.net, Senin, 4 September 2019, kegiatan pembukaan Pendampingan Program Revitalisasi SMK Sadar Wisata Ruteng itu dihadiri Kepala Seksi SMK Wilayah VII, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ursula Besna N. Senaru, S.Si.T, Ketua Yayasan Pendidikan Karya Nusantara, Baltasar Tembot, Pendamping Program Revitalisasi SMK Sadar Wisata, DR. Agus Hery Supadmi Irianti,M.Pd, Kepala Sekolah SMK Sadar Wisata Ruteng, Wihelmus Bastian, A.Md, para wakil kepala sekolah, ketua jurusan, guru-guru SMK Sadar Wisata dan sejumlah awak media.

Pendamping Program Revitalisasi SMK Sadar Wisata Ruteng, DR. Agus Hery Supadmi Irianti,M.Pd mengatakan ada enam bidang pendampingan yang menjadi prioritas Revitalisasi SMK, yakni penyelarasan dan pemutakhiran kurikulum dengan dunia usaha dan dunia industri (DU/DI), inovasi pembelajaran yang mendorong keterampilan, pemenuhan dan peningkatan profesionalitas guru dan tenaga kependidikan, kemitraan sekolah dengan DU/DI, standardisasi sarana dan prasarana utama, penataan dan pengelolaan kelembagaan, serta peningkatan akses sertifikasi kompetensi.

Dikatakannya, sinkronisasi dan pemutakhiran kurikulum SMK diprioritaskan pada kesesuaian perkembangan tekhnologi dan kesesuaiannya dengan kebutuhan riil dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Perbaikan dan penyelarasan kurikulum SMK akan memantapkan model kesesuaian dan keterkaitan dengan DUDI.

Menurutnya, kurikulum dirancang berorientasi pada hasil proses pembelajaran yang diutamakan mengacu pada fase pembelajaran di sekolah dan praktek di dunia usaha dan dunia industri.

Ia juga mengatakan, pemerintah telah mendukung program kerja sama industri dengan melibatkan peran guru kejuaraan melalui program keahlian ganda yang didukung dengan program magang industri untuk guru produktif dan guru tamu dari industri. Selain itu, para alumni yang sukses di dunia usaha dan dunia industri perlu dihadirkan sebagai guru tamu di sekolah.

“Kesaksian dari para alumni SMK Sadar Wisata Ruteng di dunia usaha dan dunia industri dapat menjadi masukan berharga bagi sekolah. Karena mereka tahu bahwa ada hal yang tidak diajarkan di sekolah, mereka temukan di dunia usaha dan dunia industri,” ujarnya lagi.

Lebih lanjut dikatakannya, peningkatan daya serap tenaga kerja lulusan SMK akan didorong melalui pemberian sertifikat kompetensi lulusan melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Satu (LSP-P1). Selain itu, perluasan teaching factory SMK Sadar Wisata dirancang agar mendorong inovasi dan produktivitas lulusan.

Kegiatan pendampingan ini akan berlangsung selama lima hari, dari tanggal 4 hingga 9 September 2017. Agenda pendampingan diantaranya penyusunan Rencana Kerja Pengembangan atau Peta Jalan Revitalisasi sekolah untuk tahun 2018 hingga 2025.

“Selain itu, yang menjadi fokus pengembangan sekolah dalam rangka Revitalisasi SMK di SMK Sadar Wisata Ruteng ini yakni revitalisasi kerjasama dengan DUDI, revitalisasi sistem sertifikasi, revitalisasi kurikulum, revitalisasi guru dan tenaga kependidikan, revitalisasi sarana dan prasarana, dan revitalisasi kelembagaan. Tim Revitalisasi SMK Sadar Wisata sudah harus mulai bekerja ke arah sana,” tandasnya.

Revitalisasi, kata DR. Agus, adalah program percepatan pada enam bidang tadi.

Sementara itu, Kepala Seksi SMK Wilayah VII, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ursula Besna N. Senaru, S.Si.T mengatakan Revitalisasi SMK diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016. Selain itu ada 12 kementerian, 34 Gubernur, dan sejumlah Perguruan Tinggi.

“Kami di UPT Wilayah VII Provinsi NTT meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur dan Manggarai Barat, sangat bersemangat membangun SMK. Jumlah SMK di wilayah kami ada 33 SMK, 12 diantaranya di Manggarai, 11 SMK di Manggarai Timur dan 10 SMK di Manggarai Barat,” ujar Ursula.

Dikatakan Ursula, ada dua SMK yang masuk dalam program Revitalisasi SMK di wilayah VII, yaitu SMK Negeri 1 Labuan Bajo dan SMK Sadar Wisata.

Ia pun menyampaikan apresiasinya yang tinggi atas kerja keras dan kerja cerdas SMK Sadar Wisata Ruteng yang menjadi satu-satunya SMK swasta di NTT yang masuk dalam program Revitalisasi SMK.

Menurutnya, sekalipun NTT terbilang miskin, namun kemajuan SMK di NTT berada di urutan ke 15 dari 34 provinsi yang ada di Indonesia.

Selain itu, Kepala Sekolah SMK Sadar Wisata Ruteng, Wilhelmus Bastian,A.Md mengatakan SMK Sadar Wisata telah ditetapkan sebagai salah satu dari 125 SMK di Indonesia yang direvitalisasi.

Karena itu, ujarnya, pihaknya menyampaikan penghargaan kepada DR. Agus yang telah merekomendasikan SMK Sadar Wisata sebagai salah satu SMK Revitalisasi.

Dikatakan Bastian, SMK Sadar Wisata harus mampu menyiapkan dan menghasilkan siswa yang siap kerja sesuai standard kompetensi yang dibutuhkan DUDI.

Lebih lanjut dikatakannya selain terserap di DUDI, tamatan SMK Sadar Wisata mampu menguasai tekhnologi informasi dan komunikasi, dan memiliki sertifikat kompetensi.

Untuk pengembangan dan penyelarasan kurikulum, pihaknya akan fokus pada penyelarasan kurikulum dengan perkembangan DUDI, penguatan literasi kemampuan tekhnologi informasi dan komunikasi, penyelarasan kurikulum bermuatan lokal, integrasi intra, ko dan ekstrakurikuler dan penguatan karakter produktif dan kreativitas, penyelarasan standard kompetensi dan standard keahlian, dan penguatan strategi implementasi.

Selain itu, untuk inovasi pembelajaran, pihaknya mengembangkan Teaching Factory, perpaduan dari Konsep pembelajaran berbasis kompetensi dan berbasis produksi dan techno parc.

Techno parc dibangun sebagai suatu kawasan terpadu yang menggabungkan dunia industri, sekolah, pusat riset dan pelatihan kewirausahaan dalam satu lokasi yang memungkinkan aliran informasi secara lebih cepat dan efisien. Techno parc menjadi pusat kreativitas dan inovasi.

“Techno parc bermaksud menghadirkan industri di sekolah. Karena itu SMK Sadar Wisata tengah membangun fasilitas hotel modern senilai Rp 700 juta. Pihaknya juga akan membuka bisnis usaha perjalanan wisata di sekolah. Dengan demikian, out put SMK Sadar Wisata siap kerja,” terangnya lagi.

Sedangkan untuk mendukung Revitalisasi enam bidang tadi, pihak sekolah menyiapkan anggaran sebesar Rp 207 juta.

Pihaknya juga telah mengajukan permohonan bantuan kepada Dinas Pendidikan Provinsi NTT untuk bantuan puluhan unit komputer dan hal itu disambut baik oleh Dinas Pendidikan Provinsi NTT.

“Sarana dan prasarana IT akan ditempatkan di Techno Parc untuk mendukung kelancaran percepatan program Revitalisasi SMK Sadar Wisata,” tutupnya. (Alfan Manah/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password