breaking news New

TPDI Minta KPK Dorong Polres Mabar Lakukan Penyelidikan Terhadap Bupati Gusti Dula

Jakarta, Kabarnusantara.net – Advokat Peradi, Petrus Selestinus meminta KPK untuk mendorong Polres Manggarai Barat mempercepat penyidikan terhadap Bupati Agustinus Ch Dula.

Menurut Petrus, sebagai lembaga Penegak Hukum dengan kewenangan untuk mensupervisi dan memonitor kinerja Penyidik dan Penuntut Umum di Kepolisian dan Kejaksaan, maka sukses tidaknya pengungkapan secara optimal kasus dugaan korupsi proyek Lando-Noa oleh Polres dan Kejaksaan Negeri Manggarai Barat, sangat ditentukan oleh bagaimana optimalisasi peran supervisi dan monitoring yang dilakukan oleh KPK terhadap penyidikan dan penuntutan kasus dugaan korupsi proyek Jalan Lando-Noa di Pemda Manggarai Barat.

Hal itu disampaikannya mengingat aparat Polri dan Kejaksaan di NTT sangat minim dalam prestasi menjerat pelaku korupsi di tingkat elit (Gubernur, Bupati/Walikota dll), karena tidak punya nyali.

“Sebetulnya, pengungkapan keterlibatan pihak lain dalam Penyelidikan dan Penyidikan, Polres Manggarai Barat tidak harus menunggu hasil pemeriksaan terdakwa Agus Tama dan Vinsent Tunggal di persidangan Pengadilan Tipikor Kupang, NTT, karena bukti materiil berupa “Surat Disposisi” Bupati Agustinus Ch. Dula tertanggal 11 Januari 2014 tentang kejadian Bencana Alam di Jalan Lando-Noa sudah pasti telah disita oleh Penyidik dan berada dalam berkas perkara atau BAP a/n. Terdakwa Agus Tama dan Vinsent Tunggal sebagai alat bukti paling vital untuk kepentingan Penuntutan perkara korupsi proyek Lando-Noa di Persidangan Pengadilan Tipikor Kupang, NTT,” demikian keterangan tertulis yang diterima kabarnusantara.net.

Berdasarkan fungsi supervisi dan monitoring, kata dia, maka KPK seharusnya mendorong agar Polres Manggarai Barat, memulai mengembangkan Penyidikan terhadap pelaku lain yang hingga saat ini belum diungkap dan masih bersembunyi di balik peran Agus Tama, Jimi Ketua dan Vinsent Tunggal, sebagaimana telah dikonstatir oleh Kajari Manggarai Barat Subekhan, SH tentang akan adanya tersangka baru.

“Dengan memeriksa peran Bupati Agustinus Ch. Dula dan melakukan pendalaman terhadap motiv, modus operandi dan niat awal sehingga terjadinya perbuatan korupsi di bagian hulu dari peristiwa korupsi proyek Jalan Lando-Noa sejak dikeluarkannya “Surat Disposisi” tertanggal 11 Januari 2014, maka bisa saja pelaku korupsi proyek Lando-Noa adalah tunggal, sehingga Terdakwa Agus Tama dkk. berpeluang bebas dari tuntutan hukum,” ucapnya.

Ia menambahkan, Surat Disposisi Bupati Agustinus Ch. Dula, menjadi sangat penting bahkan menjadi bukti paling vital untuk diungkap.

“karena bukan saja kejadian yang disebut sebagai “Bencana Alam” di Jalan Lando-Noa itu sebagai fiktif (tidak ada), akan tetapi juga Surat Disposisi tentang “Bencana Alam” Lando-Noa bisa saja menjadi alat bukti yang dapat membebaskan terdakwa Agus Tama, Vinsent Tunggal dan Tersangka Jimi Ketua, dari ancaman pidana korupsi, karena niat atau tujuan dan penyelahgunaan kewenangan karena kedudukan, jabatan, sarana dan kesempatan hanya berada pada Agustinus Ch. Dula sebagai Bupati dengan dikeluarkan “Surat Disposisi” tertanggal 11 Januari 2014 tanpa didasarkan pada Rekomendasi BPBD Kabupaten Manggarai Barat,” jelas Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia tersebut.

Dengan demikian, menurut Petrus, Penyidikan terhadap Bupati Agustinus Ch. Dula untuk membidik siapa aktor intelektual dader pada bagian hulunya, sudah bisa dimulai, karena “Surat Disposisi” tanggal 11 Januari 2014 itulah telah menempatkan Bupati Agustinus Ch. Dula sebagai orang yang patut diduga sebagai pelaku tunggal untuk dimintai pertanggungjawaban pidana, karena bagian hulu dari peristiwa korupsi proyek Lando-Noa bertumpu pada Surat Disposisi tanggal 11 Januari 2014, sebagai permulaan terjadinya “niat/tujuan”.

“Bukti-bukti pendukungnya adalah dari BAP Terdakwa Agus Tama, Vinsent Tunggal dan Tersangka Jimi Ketua. Apalagi sesuai dengan UU Tentang Keuangan Negara, Bupati merupakan penanggungjawab tunggal pengelolaan keuangan daerah melalui APBD karena diserahi tugas oleh Presiden,” kata Petrus. (Wirawan/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password