breaking news New

“Ngopi Bareng Munir” Di Depan Istana Presiden, Aktivis HAM Tuntut Jokowi Selesaikan Kasus HAM

Kabarnusantara.net –  Tepat sudah 13 tahun kematian Munir Said Tahlib. Dia adalah aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) yang tewas diracun ketika di perjalanan dari Indonesia menuju Belanda.

Dalam rangka memperingati kematian Munir, sejumlah aktivis dan pejuang HAM menggelar aksi Kamisan bertema ‘Ngopi Bareng Munir’. Aksi ini digelar di seberang Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (7/9).

Selain dihadiri aktivis HAM, aksi yang mengenakan kostum serba hitam ini juga diikuti oleh pemain film Filosofi Kopi seperti Rio Dewanto. Mereka menuntut Presiden Joko Widodo menuntaskan semua kasus pelanggaran HAM, termasuk kasus pembunuhan Munir.

Dilansir JawaPos.com, kebanyakan dari mereka mengenakan topeng wajah Munir. Lalu ada juga payung hitam dengan tulisan Tuntaskan Pembunuhan Munir.

Para aktivis secara bergantian menyampaikan orasi damainya. Ada yang membaca puisi, membaca cerpen atau memberikan kesaksian.

 

Doc. Foto: Jawa.pos

 

Di sana juga hadir Suciwati yang merupakan istri almarhum Munir. Dia mendesak Presiden Jokowi untuk membuka hasil Tim Pencari Fakta Kematian Meninggalnya Munir (TPF KMM).

“Kami meminta Presiden Jokowi segera membuka TPF kematian Munir dan selesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM lainnya,” tegas dia di lokasi.

‎Dia juga menuntut Presiden Jokowi untuk membuka hasil TPF dan menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM berat, karena itu bagian dari Nawacita yang menjadi janji-janjinya saat kampanye Pilpres 2014 lalu.

“Pak Jokowi harus serius untuk menyelesaikan kasus ini, karena ini bagian dari Nawacita. Jangan isu HAM hanya jadi alat komunikasi politik untuk meraup suara rakyat saja,” cibir dia.

Lanjut dia menerangkan, majelis Komisi Informasi Publik (KIP) mengabulkan permohonan sengketa informasi yang diajukan Jaringan Solidaritas Korban Untuk Keadilan pada 10 Oktober 2016 lalu.

KIP menyatakan bahwa Pemerintah wajib mengumumkan hasil TPF kematian Munir kepada publik. “Kita sama-sama tahu, KIP ini kan lembaga negara, keputusannya legal dan resmi agar pemerintah membuka hasil TPF kematian Munir,” ucapnya.

Namun kata dia, ketika kasus ini harus diungkap, pemerintah mengelak dengan berbagai alasan. Mulai dari alasan dokumennya enggak ada dan alasan lainnya.

“Sudah tiga tahun pemerintahan ini berjalan bahkan mau masuk empat tahun, seharusnya Jokowi tak perlu lagi menunda. Meski kita melihat di sekeliling Jokowi hari ini ada orang-orang yang terlibat kasus pelanggaran HAM,” tuturnya.

Untuk saat ini, dia hanya bisa berharap pemerintah bisa mengungkap kasus itu dengan segenap keberanian. ‎”Serakang yang penting bagaimana caranya agar pemerintah ini lebih berani mengungkap kebenaran,” timpalnya.

Sementara di lokasi selain dipadati aksi Ngopi Bareng Munir, terlihat juga warga yang berkostum sebagai petani Kendeng. Mereka turut berpartisipasi di lokasi yang sama dan sempat menyampaikan orasinya.

Dalam orasinya seorang petani yang mengenakan kebaya dengan bakul Ang dipanggul menceritakan kisahnya yang tendanya direbut paksa Satpol PP. (RR/KbN)

<

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password