breaking news New

Penari Kota Komba Yogyakarta Tampil Apik Pada Acara Peringatan HUT Ke-62 Sanpio yang Digelar Eks-Pio Yogyakarta

Penari Kota Komba Yogyakarta Sedang Membawakan Tarian Molas Ombeng pada HUT Seminari Pius XII Kisol ke-62 yang Digela Eks-Pio Yogyakarta pada Jumaat, (8/9/2017)

Yogyakarta, Kabarnusantara.net – Empat penari asal Sanggar Kota Komba Yogyakarta tampil apik dihadapan ratus hadirin pada perayaan ulang tahun ke-62 Seminari Pius XII, Kisol yang digelar komunitas Eks-Pio Yogyakarta pada Jumaat, 8 September 2017.

Lenggang lenggok gerakan tubuh dalam irama yang sama dan khas, sambil merentangkan slendang yang dilakonkan Erfin Desta, Rati Onggor, Lula Taji dan Betrix Da Silva Jeridas berhasil menunjukan keanggunan, kecantikan dan kemolekan wanita Manggarai khususnya wanita asal Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur melalui persembahan tarian Molas Ombeng yang mengundang beragam simpatik tamu undangan.

Lula Taji, saat diwawancarai Kabarnusantara.naet, mengaku bangga atas tarian Molas Ombeng yang ia bawakan bersama ketiga rekannya.

“Saya sangat bangga bisa mementaskan tarian ini dengan penuh percaya diri. Kesesuaian dan kekompakan kami betul-betul hadir diatas panggung,” ungkap mahasiswi INSTIPER tersebut.

Selain itu, Rati Onggor yang juga merupakan penari tarian Molas Ombeng juga mengaku mengalami hal yang sama. Menurutnya ini persembahan tarian yang cukup baik dari Sanggar Kota Komba Yogyakarta di atas panggung.

“Saya senang sekali dengan tampilan kami malam ini. Meski kami latihan dadakan dan beragam kekurangan yang kami miliki, kami masih bisa berikan yang terbaik di atas panggung,” tutur Mahasiswi Universitas Sanata Darama tersebut.

Betrix Da Silva Jeridas pun berkomentar hal yang sama. Penari yang merupakan mehasiswi STIKES Gunabangsa itu menuturkan, bahwa dirinya sangat puas dengan tampilan tarian yang ketiga dari Sanggar Kota Komba Yogyakarta.

Meski demikian, beragam kekurangan masih menjadi kendala dalam perkembangan pembentukan dan kemandirian Sanggar Tari Kota Komba Yogyakarta ini. Mulai dari pengadaan sarana dan prasarana hingga pengetahuan tetang seni pada dunia Sanggar. Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu penari asal Mukun Erfin Desta.

“Tentu saya sangat mengapresiasi tampilan kami malam ini. Namun, berbagai kekurangan masih kami miliki. Mulai darai pengadaan alat musik seperti gong dan gendang, pengetahuan dunia seni pada Sangar, prekrutan anggota dan lainya. Hingga saat ini, kami pun mesti harus mencari uang 2 juta untuk betul-betul Sanggar ini bisa mandiri,” jelas Mahasiswa Ilmu Komunikasi STPM “APMD” itu.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Kota Komba Yogyakarta, Astra Tandang turut memberikan apresiasi yang besar atas motovasi para penari dalam menghidupkan Sanggar Kota Komba Yogyakarta tersebut.

Menurutnya, Sanggar Kota Komba Yogyakarta yang dijadikan wadah ekspresi seni dan motivasi para anggota Paguyuban Kota Komba Yogyakarta untuk menghidupkan dan mempertunjukan kebudayaan Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Mangarai Timur, NTT kepada warga Yogyakarta sudah berjalan melampaui prediksi yang direncanakanya.

“Sungguh motivasi para penari sangtlah kuat dalam membagun Sanggar ini. Ini perkembangan yang luar biasa, jauh dari apa yang saya bayangkan. Saya yakin ini juga bagian dari motovasi yang kuat untuk menghidupkan dan mempromosikan keanekaragaman budaya Indonesia khususnya mempertunjukan budaya lokal yang ada di Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur, salah satunya dalam bentuk tarian Molas Ombeng ini” papar Mahasiswa Ilmu Pemerintahan STPMD “APMD” tersebut.

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Eks-Pio Yogyakarta yang bersedia memberikan kesempatan kepada Sanggar Kota Komba untuk membuktikan keberadaanya serta mengharapkan agar dalam berbagai acara Eks-Pio, Eks-Pio berkenan untuk memberikan kesempatan kepada para penari Kota Komba Yogyakarta untuk menampilkan tarianya.

Tak hanya itu, ia berharap Kota Komba Yogyakarta bersama Eks-Pio Yogyakarta mampu secara konsisten memperkenalkan kebudayaan lokal Manggarai di Kota Yogyakarta.

“Saya berterima kasih sekali kepada komunitas Eks-Pio Yogyakarta atas kesediannya meberikan kesempatan bagi para penari Kota Komba Yogyakarta guna menunjukan ekspresi budaya lokal Kecamatan Kota Komba Yogyakarta dalam bentuk tarian. Semoga Eks-Pio Yogyakarta dan Kota Komba Yogyakarta selalu kompak dan siap untuk membumingkan kebudayaan lokal Manggarai kepada warga Yogyakarta dan masyarakat luas,” tutup Astra. (Mario Firmansyah/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password