breaking news New

Ini Penjelasan Syahbandar Reo Terkait Pelayanan Distribusi Semen

RUTENG, Kabarnusantara.net – Kepala Syahbandar Reo, Marten Jani akhirnya menjelaskan tentang prosedur pelayanan distribusi Semen di Pelabuhan Reo yang selama ini dinilai lambat, amburadul dan pilih kasih oleh para Distributor dan Kontraktor yang enggan dimediakan namanya saat memberikan komentar pada salah satu media terkait pelayanan Syahbandar Reo.

Marten memberikan penjelasan ini saat ditemui langsung oleh Kabarnusantara.net pada Kamis (14/9/2017) Pukul 13.30 Wita di Kediamannya Mangga Dua, Kelurahan Mata Air, Kabupaten Manggarai, NTT.

Katanya, pelayanan distribusi Semen di Pelabuhan Reo yang dilakukan oleh Pegawai Syahbandar sudah memenuhi prosedur yang jelas dan Petunjuk Teknis (Juknis) yang berlaku.

Berdasarkan prosedur dan Juknis yang berlaku, lanjut Marten, Syahbandar Reo mempunyai kewenangan untuk menentukan prioritas sebuah Barang yang hendak didistribusikan dari Kapal.

“Barang yang diprioritas itu adalah Barang yang terkategori Sembako (Sembilan Bahan Pokok) yang sering dimuat oleh Kapal Kontener. Sedangkan Semen belum bisa diprioritaskan karena tidak termasuk Sembako” jelas Marten.

“Kalau Syahbandar dinilai lambat mendistribusikan Semen itu tidak benar karena Syahbandar bekerja sesuai prosedur dan Juknis, yakni menentukan skala prioritas” sambung Marten.

Dia juga menjelaskan contoh skala prioritas yang dibuat Syahbandar Reo sesuai prosedur dan Juknis, yakni jika dalam satu Pelabuhan terdapat dua Kapal yang hendak mendistribusikan Barang, maka Syahbandar akan melihat Kapal Mana yang hendak mendistribusikan Barang seperti Semen dan Kapal mana yang hendak mendistribusikan Sembako. Jika ada Kapal yang hendak mendistribusikan Sembako, maka Syahbandar akan memprioritaskan Kapal itu yang pertama melakukan pendistribusian.

“Kalau Kami dinilai amburadul dan pilih kasih itu juga tidak benar” jelasnya lagi.

Tak berhenti sampai disitu, Marten juga menjelaskan bahwa keadaan Pelabuhan Reo saat ini masih dalam tahap pengerjaan tambahan tepatnya di bagian barat, sehingga Kapal Semen yang tidak masuk dalam skala prioritas pendistribusian terpaksa menunggu dan mengantri lama sampai Kapal Sembako selesai melakukan pendistribusian.

“Kami mau pindahkan Kapal Semen ke bagian barat sudah tidak bisa karena Pelabuhannya masih dalam tahap pengerjaan tambahan. Terpaksa harus tunggu kan” tutur Marten.

Saat dimintai tanggapannya terkait pernyataan Kontraktor yang menilai Syahbandar Reo telah menghambat pembangunan di Kabupaten Manggarai oleh karena lambat dalam mendistribusikan Semen, Dia menjelaskan bahwa itu bukan urusan Syahbandar.

“Urusan pembangunan itu bukan urusan Syahbandar tetapi urusan Kontraktor dan Distributor Semen. Masa harus Kambing hitamkan Syahbandar. Kami memprioritaskan pendistribusian Sembako karena Sembako juga tidak kalah penting bagi Manusia” tutup Marten dengan tegas. (Berto Davids/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password