Ketua Bawaslu NTT Tegaskan Kapasitas dan Integritas Harus Sejalan

Ketua Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur, Nelce R. P. Ringu
loading...

KUPANG, Kabarnusantara.net – Ketua Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur, Nelce R. P. Ringu melantik 66 Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2018 serta Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019 se-Provinsi Nusa Tenggara Timur, di Hotel Swiss Bellin Kristal, Kupang, Jumat, 15 September 2017, pukul 16:00 WITA.

Dikatakan Nelce, Provinsi Nusa Tenggara Timur akan melaksanakan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di Tahun 2018, dan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di 10 Kabupaten di tahun 2018.

Disamping itu, ujar Nelce, secara serentak pihaknya juga akan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, dan Pemilihan DPR, DPD, dan DPRD di 22 Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT.

Diakui Nelce, ada tantangan yang begitu besar dan tidak mudah dalam mengawasi empat even pemilu sekaligus.

“Empat even yang berlangsung secara serentak. Dalam pengalaman saya selaku pengawas pemilu yang sudah banyak mengawal pelaksanaan pemilihan maupun pemilu. Saya mengatakan ini bukanlah suatu even yang mudah,” ujarnya.

“Ini suatu tantangan tersendiri bagi kita semua. Mampukah kita melaksanakan empat even itu secara baik? Mampukah kita memberikan yang terbaik bagi bangsa dan Negara ini, khususnya bagi daerah yang kita cintai ini,” ujarnya retoris.

Menurut Nelce, semua pihak selalu mempunyai ekspektasi yang begitu tinggi terhadap hasil kerja pengawasan pemilu.

Oleh sebab itu, ujarnya, terus jaga integritas pengawas pemilu.

“Oleh sebab itu sekali lagi, terus jaga integritas kita. Sekali lagi terus jaga integritas. Disamping itu juga terus  melakukan penguatan kapasitas. Penguatan kapasitas,” tegasnya.

Di banyak kesempatan seringkali pihaknya menyampaikan integritas tanpa kapasitas itu konyol. Tetapi kapasitas pun tanpa integritas itu sia-sia, tidak ada yang baik.

“Karena itu, integritas dan kapasitas panitia pengawas pemilu harus seiring sejalan,” pungkasnya.

Hadir pada kesempatan itu, Anggota Bawaslu Republik Indonesia Fritz Edward Siregar, Asisten Gubernur Provinsi NTT, Mikhael Fernandez, Unsur Forkompimda Provinsi NTT, Komisioner Bawaslu NTT, Jemris Fointuna dan Yopi Benu. (Alfan Manah/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password