breaking news New

Bantuan Indonesia ke Rohingnya Dianggap Pencitraan, Prabowo Dinilai Tidak Paham Konstitusi

Prabowo Subianto

Jakarta, kabarnusantara.net – “Pernyataan Prabowo Subiyanto, bahwa pengiriman bantuan pemerintah Indonesia untuk para korban Rohingnya sebagai “pencitraan” sangat disayangkan, apalagi pernyataan itu keluar dari mulut seorang Ketua Umum Partai, mantan Jenderal TNI, mantan Calon Wakil Presiden RI dan mantan Calon Presiden RI,” kata Petrus Selestinus, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia kepada kabarnusantara.net.

Menurut Petrus, pernyataan Prabowo ini menjadi potret tokoh yang sudah luntur pemahamannya terhadap nilai-nilai hakiki yang terkandung di dalam Pembukaan UUD 1945.

“Ini termasuk kategori tokoh yang mengalami krisis ideologi, karena konstitusi mengamanatkan kepada kita semua melalui negara untuk memikul tanggung jawab internasionalnya yaitu ikut menjaga ketertiban dunia, sebagai wujud nyata komitmen negara atas prinsip kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan dalam bentuk apapun di muka bumi ini harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan,” ujar Petrus.

“Ini adalah amanat Pembukaan UUD 1945, dimana semua warga negara wajib tahu dan secara konsisten harus menjalankannya, karena di situ disebutkan dengan jelas bahwa “kemerdakaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan. Ini adalah konten tentang komitmen internasional dari sebuah negara yang merdeka dan berdaulat, sesuai dengan cita-cita luhur bangsa yang diatur di dalam Pembukaan UUD 1945, sebuah komitmen ideologis dimana Indonesia yang sudah merdeka akan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” sambungnya.

Ia mengatakan, prinsip konstiusional inilah yang oleh Presiden Jokowi secara konsisten dijalankan guna mewujudkan komitmen insternasional dalam konteks ikut meringankan beban hidup masyarakat pengungsi Rohingnya sebagai misi kemanusiaan, keadilan, kemerdekaan dan perdamaian sebagai bagian dari komitmen negara Indonesia untuk ikut menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

“Dengan demikian pandangan Prabowo Subianto bahwa bantuan yang diberikan oleh Pemerintahan Jokowi sebagai pencitraan, patut dipertanyakan, apakah pemahaman Jenderal Purn. TNI. Prabowo Subiyanto terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalam Pembukaan AUUD 1945, sudah luntur?” tanya Petrus.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa sikap pemerintah Indonesia adalah citra bangsa Indonesia yang berkonstitusi, yang diwujudkan oleh Pemerintahan Jokowi secara konsisten. Bangsa yang terus menerus menjaga citra negara bangsa yang ikut aktif menjaga ketertiban dunia, bangsa yang beradab dan berperikemanusiaan secara bebas aktif melakukan misi kemanusiaan untuk meringankan beban hidup para korban kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Rohingnya selama ini.

“Presiden Jokowi telah memperkuat jati diri dan citra bangsa Indonesia sebagai bangsa yang beradab, berbudaya gotong royong dan tolong menolong, citra sebagai negara yang tetap menunjukan tanggung jawab terhadap dunia untuk tetap ikut melaksanakan keteriban dunia, termasuk melalui bantuan kemanusiaan sesuai dengan ideologi negara kita yaitu Pancasila,” tutup Petrus. (Wirawan/KbN)⁠⁠⁠

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password