breaking news New

Bolos Sekolah Rambut Pelajar Dicukur Satpol PP

Kabarnusantara.net – Belasan siswa terjaring razia Satpol PP Kota Probolinggo, Senin (18/9). Pasalnya, para siswa tersebut kedapatan berada di luar sekolah, saat jam pelajaran masih berlangsung.

Dilansir Jawa.Pos, dalam razia tersebut, Satpol PP berhasil mengamankan 4 siswa SMP, 10 siswa SMK, serta dua sejoli yang kedapatan berduaan di sekitar Taman Maramis. Belasan siswa dan dua sejoli yang kedapatan berduaan di tempat umum tersebut, langsung digelandang ke Mako Satpol PP untuk dilakukan pembinaan.

Razia yang digelar mulai pukul 08.30 itu, dimulai dengan menyisir wilayah GOR Mastrip. Di lokasi itu, petugas berhasil mengamankan 4 orang siswa SMP.

Setelah itu dilanjutkan dengan menyisir sejumlah lokasi di Jalan Mastrip. Petugas kembali mengamankan 10 orang siswa SMK.

Sudiman, kasatpol PP Kota Probolinggo mengatakan, razia yang digelarnya tersebut merupakan razia rutin untuk membina siswa. Pasalnya, banyak laporan dari warga bahwa ada sebagian tempat yang digunakan para siswa untuk membolos sekolah sehingga dilakukan razia.

“Ini adalah razia bina siswa yang mana untuk menindak setiap siswa yang berada di luar sekolah pada saat jam pelajaran,” tuturnya. Tujuan razia itu juga untuk mengantisipasi maraknya peredaran obat-obatan terlarang di kalangan pelajar.

“Alhamdulillah, tidak ditemukan barang-barang terlarang pada saat kami melakukan pemeriksaan. Semoga saja tidak pernah ditemukan,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang siswa SMP yang terkena razia berinisial MF, 13, mengatakan, ia sebenarnya tidak berniat bolos sekolah. Namun, karena terlambat, ia dan ketiga temannya, akhirnya memilih untuk bolos. “Kalau tetap masuk, kami akan dihukum. Jadi, ya males untuk masuk,” ungkapnya.

Pendapat senada disampaikan salah seorang siswa SMK yang terkena razia berinisial AP, 17. Ia mengaku sudah berada di dalam kelas dan mengikuti upacara. Namun, saat mata pelajaran pertama dimulai yakni olahraga, ia berdalih disuruh pulang dan tidak diperbolehkan untuk mengikuti pelajaran.

“Sebenarnya kami masuk sekolah. Kami sudah mengganti pakaian dan berada di belakang guru olahraga. Tetapi, kami langsung disuruh pulang dan tidak boleh mengikuti pelajaran. Ya sudah, kami keluar dari sekolah saja. Sebab, jika alpa satu kali, maka kami dihitung tidak masuk satu hari,” ujarnya.

Selanjutanya, para pelajar tersebut dan juga dua sejoli itu berikan pembinaan. Untuk para siswa yang bolos, diberikan sanksi dengan mencukur rambut. Baru kemudian dikembalikan pada pihak sekolah. Sedangkan kedua sejoli itu langsung diserahkan kepada orang tuanya. (RR/KbN)

<

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password