breaking news New

Andre Garu : Pancasila Sudah Final, Tidak Usah Takut Dengan PKI

Borong, Kabarnusantara.net  – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Adrianus Garu mengemukakan Pancasila telah menjadi ideologi yang final bagi bangsa ini.

Pancasila sudah menjadi dasar negara dan telah menjiwai seluruh kehidupan di bangsa ini. ‎Karena itu, tidak perlu takut dengan kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI). Selain dilarang oleh Undang-Undang (UU), PKI juga tidak bisa berkembang di bangsa ini karena bertentangan dengan Pancasila sebagai ideologi bangsa.

“Tidak usah takut dengan kehadiran PKI. Kalau kita semua menjiwai Pancasila dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari, pasti PKI tidak akan bertumbuhkembang di bangsa ini. Kita sudah punya Pancasila yang sungguh luar biasa. Dia menyatukan kita semua,” kata Andre Garu, sapaan akrab Adrianus dalam Sosialisasi Empat Pilar di Kotakomba, Borong, Manggarai Timur, NTT, Rabu (20/9).

Ia menjelaskan bayangan kebangkitan PKI hanya mimpi di siang bolong. Pasalnya, ideologi komunis di negara asalnya sudah bubar. Sebagai contoh, Uni Soviet sebagai satu negara asal komunis sudah bubar. Tiongkok sebagai satu negara komunis terbesar di bumi ini juga sudah banyak mengadopsi ajaran liberalisme dan kapitalisme ala Barat. Kuba dan Korea Utara tidak banyak berkembang karena tidak didukung dunia internasional.

“Bagaimana bisa PKI hidup kembali, di negara asalnya sudah mati. Masa kita terus percaya dengan ideologi yang sesungguhnya sudah ditinggalkan di negaranya sendiri,” ujar senator yang kini duduk di Komite IV DPD RI bidang Keuangan, Perbankan dan Hubungan Pembangunan Pusat serta Daerah ini.

Dia juga mengaku heran dengan perilaku elit bangsa ini karena hampir semua pimpinan partai politik (parpol) melakukan kerja sama dengan partai komunis di Tiongkok. Bahkan ada Ketua Umum nya yang berkunjung secara resmi ke Tiongkok.‎ Berbagai dana untuk pembangunan bangsa dan juga pembiayaan parpol juga didapat dari pengusahan asal Tiongkok. Namun para elit pura-pura tidak menyadari hal tersebut. Mereka tampak bodoh dan tak mau tahu bahwa mereka sehari-hari sudah mengunakan uang dari negara komunis tersebut.

“Kalau tolak komunis harus berani juga menolak uang dari negara tirai bambu itu. Cuma kan apa bisa elit-elit bangsa ini tidak terima uang dari Tiongkok. Nyatanya hampir semua elit politik bangsa ini dibiayai pengusaha asal Tiongkok. Sumber uangnya dari sana. Gimana tolak komunis tapi uangnya tetap diterima,” ujar mantan anggota DPRD ini.‎

Dia tidak yakin PKI bisa bangkit lagi. Aksi kekejaman tahun 1948 dan 1965 menjadi pelajaran buat pengikut komunis. Mereka tentu tidak mau kembali ke lubang yang sama karena masyarakat Indonesia akan sangat marah jika kembali menghidupkan ideologi komunis.

Di sisi lain, jika Pancasila benar-benar diamalkan dan diresapi, ideologi lain seperti komunis tidak akan bisa hadir di bangsa ini.‎ Pancasila sebagai benteng sekaligus perekat bangsa ini.

“Saya yakin Pancasila akan kokoh dan tegak menghadang ideologi komunis kalau bangkit lagi. Sekarang tinggal kita perkuat pemahaman, pengenalan dan pelaksanaan Pancasila. Jika kita rapuh, acuh tak acuk dan lebih gemar ke budaya asing maka komunis atau ideologi lain bisa menguasai bangsa ini,” tutup Andre. (OBI/KbN) 

<

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password