breaking news New

Oknum Brimob Tembak Pengemudi Avanza, Kapolda Diminta Bertanggung Jawab

BORONG, Kabarnusantara.net – Salah satu Oknum Brimob Sub Den 2 Pelopor Ruteng, Kabupaten Manggarai bernama Hendrik Djawa telah melakukan penembakan terhadap Pengemudi Mobil Avanza bernama Hilarius Waso pada Sabtu 23 September 2017 di jalan Trans Flores, Kampung Tanggo, Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, NTT.

Informasi yang dihimpun Kabarnusantara.net, peristiwa penembakan itu bermula dari kejadian Laka Lantas yang terjadi di Kampung Tanggo, Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Saat itu Korban Hilarius Waso sedang mengendarai Mobil Avanza bernomor Polisi L 9158 RN dari Aimere menuju Borong tertabrak dengan Mobil Pick Up hitam bernomor Polisi EB 9296 D yang dikendarai oleh Oknum Brimob bernama Hendrik Djawa itu.

Mobil Pick Up hitam yang dikendarai oleh Hendrik Djawa itu melintasi jalur yang berlawanan, yakni dari Borong menuju Aimere. Secara langsung kedua Mobil ini akhirnya bertabrakan.

Sebelum peristiwa penembakan itu terjadi, Korban Hilarius Waso dan Hendrik Djawa sempat bertengkar mencari sisi kebenaran dari kejadian Laka Lantas itu.

Di tengah aksi pertengkaran yang makin panas itu lah terjadi peristiwa penembakan. Tidak tahu Setan apa yang merasuki pikiran Hendrik Djawa selaku Oknum Brimob itu sehingga Ia nekat mengeluarkan Pistolnya lalu menembak Kaki Hilarius Waso.

Setelah peristiwa penembakan itu, Korban Hilarius Waso akhirnya dilarikan ke UGD RSU Ben Mboy Ruteng, Kabupaten Manggarai untuk dirawat.

Sedangkan Pelaku Hendrik Djawa telah diamankan dan dimintai keterangan di Mapolres Manggarai atas tindakan bejatnya itu.

Informasi yang dihimpun lagi oleh Kabarnusantara.net dari peristiwa penembakan itu bahwa Kapolres Manggarai, AKBP Drs. Marselis Sarimin Karong, M.Pd telah menjenguk Korban Hilarius Waso yang sedang terbaring di UGD RSU Ben Mboy.

Pada kesempatan itu Ia mengatakan bahwa pihak Kepolisian masih menunggu hasil laboratoriumnya agar secepatnya diketahui apakah yang bersarang di kaki Korban itu proyektil atau pecahan.

“Kalau bisa secepatnya dioperasi karena kalau dibiarkan bertele – tele maka tidak menutup kemungkinan racunnya bisa menyerang ke saraf. Kita juga belum tahu siapa yang salah dan siapa yang benar. Tunggu saja hasil keterangan penyidikannya” ujar Kapolres Manggarai itu.

Menanggapi peristiwa penembakan ini, Pengacara Masyarakat Miskin NTT, Fransiskus Ramli angkat bicara melalui pesan WhatsApp nya kepada Kabarnusantara.net, Minggu 24 September 2017 Pukul 10.30 Wita.

a mengatakan bahwa Kapolda NTT harus bertanggung jawab dengan melakukan penyelidikan dan memberikan antensi khusus atas kasus ini.

Lebih lanjut Fransiskus Ramli yang biasa disapa Boy ini mengatakan jika disimak dari awal mula kejadian bahwa sebetulnya tidak ada hal yang luar biasa. Peristiwa penembakan itu terjadi hanya karena bermula dari kejadian Laka Lantas.

“Kalaupun dalam Laka Lantas itu terjadi percecokan masih ada alternatif lain yang lebih masuk akal untuk diselesaikan. Bukan dengan menembak” jelasnya.

“Dengan penembakan inilah maka peristiwa itu bisa dikatakan luar biasa” ungkapnya.

Selain itu Ia pun mengatakan bahwa Anggota Brimob harus paham terhadap aturan penggunaan Senjata. Kapan dan dimana Senjata itu digunakan.

“Dalam peristiwa ini Saya berani katakan bahwa Anggota Brimob harus paham terhadap aturan penggunaan Senjata karena dalam kejadian itu Korban Hilarius Waso bukan Pelaku/tersangka kejahatan. Kalaupun dalam kejadian itu Korban Hilarius Waso diduga bersalah maka yang berhak adalah Pengadilan bukan dengan cara main hakim sendiri seperti yang dilakukan Anggota Brimob itu” tuturnya.

“Harus diingat juga bahwa terhadap Pelaku kejahatan sekalipun, Senjata itu digunakan sebagai upaya terakhir karena jelas sudah diatur dalam Pasal 8 Ayat (2) Perkapolri 1/2009” tandasnya.

“Dalam Perkapolri juga diatur bahwa penggunaan Senjata oleh Petugas saat keadaan adanya ancaman terhadap jiwa Manusia. Sebelum menggunakan Senjata Petugas harus memberikan peringatan terlebih dahulu secara tegas kepada sasaran untuk berhenti atau angkat tangan, bukan langsung menembak” pungkasnya.

“Dalam peristiwa ini tidak ada peringatan seperti itu diawal” pungkasnya lagi.

Di akhir pesan WhatsApp nya kepada kabarnusantara.net bahwa atas nama Lembaga Ia meminta Kapolda NTT agar secepatnya merespon kasus ini karena kasus ini dapat menjadi momok bagi Masyarakat jika ingin berhubungan dengan Polri dalam hal ini Brimob.

“Selain itu kasus ini juga merupakan tindakan buruk dari pihak Brimob terhadap Masyarakat dan tidak layak menjadi contoh, sebab tindakan itu tidak dibenarkan secara hukum” tutupnya. (Berto Davids/KbN).

<

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password