breaking news New

SOP Penyidikan Setya Novanto Sulit Diakses, Ini Jawaban KPK

Kabarnusantara.net – Tim kuasa hukum Setya Novanto menggunakan Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP BPK) terhadap KPK pada 2009-2011 sebagai alat bukti dalam sidang praperadilan. Langkah itu, karena mereka mengklaim sulit mendapatkan akses informasi mengenai standar operasional prosedur (SOP) penyidikan komisi antirasuah yang baru.

Namun menurut Kepala Biro Hukum KPK Setiadi, proses penyidikan memang tidak serta merta bisa diakses publik. “Penyidikan salah satu yang dikecualikan dari kebebasan informasi publik. Apalagi dalam proses penyidikan,” ujarnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (25/9).

Kendati demikian dia mengatakan, dalam rapat dengar pendapat (RDP) KPK dengan Komisi III DPR beberapa waktu lalu, pihaknya telah menyerahkan SOP yang baru tersebut. “Kami sudah serahkan sepenuhnya SOP yang 2015,” imbuhnya.

Namun, tim kuasa hukum Novanto malah menggunakan SOP KPK tahun 2008 yang tentunya banyak perbedaan dengan SOP yang baru. “Kalau itu digunakan sebagai dalil mereka nanti tinggal kami koreksi atau kami tanggapi dalam kesimpulan,” pungkas Setiadi.

Sekedar informasi, LHP BPK terhadap KPK tahun 2009-2011 sejatinya pernah digunakan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poenomo saat melawan KPK dalam sidang praperadilan 2015 silam.

Adapun Hadi disangkakan korupsi terkait penerimaan seluruh permohonan keberatan Wajib Pajak atas Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN) Pajak Penghasilan Badan PT BCA Tbk tahun pajak 1999. Itu ketika dirinya masih menjabat sebagai Dirjen Pajak tahun 2002-2004. (RR/KbN)

<

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password