breaking news New

Syafrudin Atasoge: Radikalisme Adalah Musuh Bersama yang Harus Diperangi

Kupang, Kabarnusantara.net – Anggota MPR RI yang berasal dari unsur DPD RI Syafrudin Atasoge, MPd bekerja sama dengan Forum Silaturahmi Majelis Taklim (FOSIMATA) Kota Kupang menggelar sosialisasi Empat Pilar kehidupan berbangsa dan bernegara dengan Tema “Penanaman Nilai Pancasila Sejak Dini, Menangkal Pengembangan Pemahaman Radikalisme” yang berlangsung di Aula kantor DPD RI Provinsi NTT, Sabtu (23/9).

Syafrudin Atasoge, MPd dalam paparannya mengatakan, Radikalisme telah menjadi musuh bersama untuk terus diperangi. Karena radikalisme tidak sesuai dengan adat dan budaya Indonesia dan pula tidak sesuai dengan pancasila sebagai falsafah negara.

Menurutnya, menanamkan nilai-nilai pancasila merupakan bagian dari usaha untuk menangkal radikalisme yang semakin masif.

“Penanaman nilai-nilai pancasila sejak dini harus terus dibumikan, karena pancasila merupakan dasar negara yang harus tertanam dan dapat diimplementasikan dalam kehidapan sejak dini,” kata dia.

Dalam sosialisasi tersebut ketua FOSIMATA Kota Kupang Hj. Lies Bachitah Badjideh, dalam sambutannya mengatakan menjadi warga Indonesia yang adil dan beradap merupakan keharusan.

“Beradap dapat dimaknai memiliki karakter yang baik, tentunya dengan menjadi manusia yang adil dan memiliki karakter yang baik, kesejahteraan dan kenyamanan hidup rakyat indonesia akan tercapai. Adil dapat dimaknai dengan menempatkan segala sesuatu pada tempatnya, tidak melanggar aturan, menjaga tingkah laku agar sesuai dengan norma agama, adat istiadat, dan budaya,” ujarnya.

Maka, lanjut dia, faham terorisme dan radikalisme sangat bertentangan dengan nilai kemanusiaan yang adil dan beradap, karena tindakannya telah keluar dari norma agama, adat istiadat, dan budaya.

“Tidak ada budaya membunuh orang yang tidak bersalah itu dihalalkan, tidak ada norma agama yang menyuruh pengikutnya untuk membunuh. Begitu juga dengan islam, dimana salah satu prinsip hukumnya adalah menjaga nyawa (hifdzun naf). Maka tindakan terorisme sangat bertentangan dengan pancasila sebagai falsafah negara dan dan agama islam. Faham inilah yang harus ditanam sejak dini agar supaya generasi penerus bangsa memiliki basic yang kuat dalam menangkal terorisme dan radikalisme,” jelasnya.

Sementara itu pengamat politik Universitas Muhammadiyah Kupang Dr.H.Ahmad Atang dan Ulama Kota Kupang Ustad Muksin Thalib, S.PdI. dalam paparannya mengatakan Bersatu menjadi warga Indonesia dengan berbagai macam budaya, etnis, agama, kepercayaan, bahasa, pulau dan lain merupakan kewajiban.

“Atas nama indonesia, mempertahankan negara kesatuan indonesia merupakan kewajiban, maka menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan bentuk cinta terahadap tanah air,” pungkasnya.

Sedangkan, lanjutnya, cinta tanah air bagian dari iman, seperti apa yang disebutkan dalam sebuah hadist.

“Hubbul wathon minal iman (cinta tanah air merupakan bagian dari iman). Hal ini menandakan bahwa persatuan merupakan hal yang penting. Tak dapat dihindari bahwa Indonesia terdiri ribuan pulau yang memiliki bahasa, dan kebudayaan yang berbeda. Budaya yang berbeda ini merupakan keunikan yang harus disyukuri dan dipertahankan, karena dengan keunikan inilah indonesia menjadi sangat menarik. Keunikan inilah yang menjadi rahmat bagi rakyat Indonesia untuk terus bersatu dalam perbedaan (unity in diversity) dengan sebuah selogan yang harus dijunjung tinggi, “ Bhinneka Tunggal Ika, (berbeda-beda-beda tetapi tetap satu)”.

Oleh karena itu, jelas dia, penanaman nilai-nilai pancasila sejak dini sangat penting sehingga anak-anak tidak hanya hafal pancasila tetapi juga dapat menjadi dasar dalam berbebangsa daan bernegara ketiak sudah dewasa.

“Hal ini dapat dilakukan dengan mengunjungi tempat-tempat ibadah seperti masjid, vihara, pure, candi, atau mengunjungi panti asuhan dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas dijalan raya, menanam pohon, dan lain-lain. Karena, dengan mengaplikasikan dalam kehidupan nyata, anak-anak akan memiliki mental nasiolisme dan toleransi sejak dini. Dengan harapan indonesia menjadi negera yang aman, damai, dan tentram seperti yang dicita-citakan bersama,” ucapnya.

Oleh karena itu, menanamakan nilai-nilai pancasila sejak dini, mulai dari sila pertama sampai sila kelima merupakan tugas kita bersama termasuk orang tua, agar supaya pencegahan faham radikalisme dapat ditanggulangi sejak dini. (KbN)

<

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password