breaking news New
Wilibrodus Nurdin Bolong (Wili Nurdin) di Sekretariat DPP PDIP, Jakarta Pusat (Foto: Kabarnusantara.net)

Pilkada Matim: Wili Nurdin Patut Diperhitungkan

Jakarta, KabarNusantara.net – Pergerakan  Wilibrodus Nurdin Bolong, Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Kabupaten Manggarai Timur (Matim)  yang juga bakal calon Bupati Manggarai Timur  seperti luput dari pemberitaan. Di tengah hingar bingar sosialisasi paket-paket lain jelang Pilkada Manggarai Timur, Wili seolah tidak berniat kembali bertarung pada ajang lima tahunan tersebut.

Persis pada Selasa, 3 Oktober 2017, beliau menjadi satu-satunya kader Partai PDIP Matim dan tokoh Manggarai Timur yang mengikuti ‘Fit and Proper Test’ yang diselenggarakan DPP PDI-Perjuangan bertempat di Sekretariat Partai,  Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Hal tersebut sekaligus menepis isu miring manuver tokoh lain merebut rekomendasi partai tersebut. Hampir pasti ia bakal kembali menggenggam  ‘tiket’ dari partai berlambang banteng tersebut.

Ikon PDIP Manggarai

Wili sendiri bukan wajah baru di kancah politik Manggarai Raya. Bergabung bersama PDI-Perjuangan sejak usia muda dan aktif di masyarakat, membuatnya dipercayakan sebagai Wakil Rakyat selama tiga periode sejak 1999 sampai 2014. Ia pernah menjadi Wakil Rakyat di Manggarai dan Manggarai Timur. Ia termasuk tokoh yang memperjuangkan pemekaran Kabupaten Manggarai Timur.

Dirinya pernah meraih penghargaan Asean Development Golden Award di Jakarta pada 2002 atas kiprahnya mendukung gagasan pembangunan Asean. Selain itu, beliau pernah menerima penghargaan dari partainya pada tahun 2004 atas prestasinya menjalankan tugas kepartaian dengan baik. Kemudian pada tahun 2007 kembali menerima penghargaan yang sama dalam Rapat Kordinasi Nasional Partai PDI-Perjuangan di Jakarta.

Wili boleh dibilang tokoh dari kalangan politisi murni yang berani mencalonkan diri sebagai kepala daerah Manggarai Timur pada 2013 lalu. Meski Paketnya kala itu hanya menjadi pemenang kedua dengan selisih suara tipis, pada Piklkada 2018 mendatang ia akan kembali berjuang mewujudkan perubahan di Kabupaten Manggarai Timur.

Sosok Wili dikenal berkepribadian tegas dan memegang teguh prinsip. Pada Pileg 2014 ia memutuskan untuk tidak lagi ikut mencalonkan diri karena ingin ada regenerasi kader baru PDIP di DPRD.

“Bagi saya regenerasi menjadi kunci survivenya sebuah Partai, maka penting menularkan semangat perjuangan yang sama kepada siapa saja, terutama kader-kader partai yang potensial,” ujarnya.

Ide Matim BERGERAK

Menjelang Pilkada Manggarai Timur 2018, Wili hadir dengan gagasan Matim BERGERAK; Bersih, Berkeadilan, Terencana, Kreatif, Anti-Korupsi dan Pro-Rakyat. Gagasan tersebut lahir dalam semangat mewujudkan perubahan Manggarai Timur.

“Realitas pembangunan  di Manggarai Timur yang kurang berwawasan lingkungan, penuh ketimpangan, minim perencanaan, kurang kreatif, dan belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan rakyat, menggugah saya untuk tidak  menjual harapan kesejahteraan tanpa memikirkan dan menawarkan  jalan menuju kesejahteraan tersebut. Apalagi menggunakan konsep kesejahteraan semata-mata untuk bahan propaganda politik. Karena itulah, Ide MATIM BERGERAK lahir,” jelasnya.

Lebih lanjut Wili menambahkan, bahwa membangun Manggarai Timur butuh lebih dari sekedar niat baik. Ia butuh perencanaan yang matang, gagasan yang berani, juga kebijaksanaan dan ketegasan dalam merumuskan kebijakan. Oleh karena itu, kata dia, Produk kebijakan haruslah Pro-Rakyat. (Hipatios/KbN)

<

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password