breaking news New

Eggie Sudjana Harus Segera Ditangkap dan Ditahan

Kabarnusantara.net – Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus meminta Kapolri Tito bersikap tegas terhadap Eggie Sudjana yang diduga telah menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian antara agama di masyarakat.

“Kapolri Jenderal Tito Karnavian harus perintahkan jajarannya untuk bersikap tegas dan cepat dalam merespons Laporan Polisi Masyarakat Nomor : LP/1016/x2017/Bareskrim, Tanggal 5 Oktober 2017, Cq. Sdr. D. Sures Kumar, terhadap Sdr. Eggie Sudjana,” ujarnya.

Pernyataan Eggie yang sudah viral di medsos ini terekam dalam video yang isinya ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau rasa permusuhan antar agama. Dalam video tersebut, Eggie menyebut Agama selain Islam tidak sesuai dengan Pancasila, karena itu harus dibubarkan.

Menurut Petrus, pernyataan Eggie tersebut menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan/sara, sebagaimana dimaksud dalam pasal 45a ayat (2) dan/atau pasal 28 ayat (2) UU No. 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas UU No.11 Tahun 2008 Tentang ITE.

“Laporan Polisi dimaksud, didasarkan kepada rekaman video berisi wawancara Egie Sujana di hadapan Wartawan di MK yang isinya dapat menimbulkan kebencian, memecahbelah persatuan dan kesatuan. Padahal keberadaan Eggie Sudjana di MK itu dalam rangka Uji Materil Perpu No. 2 Tahun 2017, Tentang Ormas,” ujar Petrus Selestinus.

Advokat Peradi ini menilai pernyataan Eggie Sudjana sangat melukai dan menyinggung perasaan umat beragama non muslim, karena telah menempatkan agama-agama di luar agama Islam sebagai agama yang tidak mengakui Ketuhanan Yang Maha Esa atau agama-agama yang kedudukannya sederajad dengan kedudukan HTI atau Ormas-Ormas yang bertentangan dengan Pancasila dan bertentangan dengan Perpu No. 2 Tahun 2017, sehingga harus dibubarkan.

Publik, kata Petrus, menanti sikap tegas Polri terhadap Sdr. Eggie Sudjana, karena Laporan Polisi iti disertai bukti rekaman video yang beredar luas atau viral, yang di dalamnya terdapat ucapan Eggie Sudjana yang dapat dikualifikasi sebagai pelangaran pidana terhadap ketentuan pasal 156a KUHP jo. pasal 45a ayat (2)dan/atau pasal 28 ayat (2) UU No. 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas UU No. 11 Tahun 2008 Tentang ITE.

“Polri harus melakukan tindakan kepolosian terkait Pernyataan Egie Sujana yang berpotensi menimbulkan permusuhan antar warga masyarakat secara luas, mengingat rekaman video itu sudah terpublikasikan secara luas, usai sidang permohonan uji materil perpu di MK,” kata dia.

Petrus menambahkan, Eggie Sudjana seharusnya menyadari bahwa upaya yang sedang dia lakukan di MK adalah upaya mencari keadilan untuk menolak Perpu No. 2 Tahun 2017 Tentang Ormas.

“Perpu No. 2 Tahun 2017 Tentang Ormas dan UU Ormas No. 17 Tahun 2013, bertujuan untuk menertibkan Ormas-Ormas anti Pancasila. Baik Perpu No. 2 Tahun 2017 maupun UU No. 17 Tahun 2013 di dalam naskah akademis maupun dalam rumusan pasal demi pasalnya, sama sekali tidak mengatur tentang syarat-syarat keberadaan agama-agama dan tidak mengatur tentang bagaimana sebuah agama dibubarkan,” jelasnya.

Dikatakannya, persoalan Perpu No. 2 Tahun 2017 adalah persoalan Ormas, persoalan bagaimana negara mengeksekusi kebijakan penegakan hukumnya manakala negara berada dalam ancaman krisis ideologi karena terdapat Ormas yang mencoba menggagalkan keberadaan Pancasila sebagai dasar negara atau Ormas yang aktifitasnya bertentangan dengan asas Pancasila.

Oleh karena itu, ia mendesak Bareskrim Polri harus pro-aktif. Kalau perlu,  lanjut dia, tangkap dan tahan Eghie Sudjana tanpa harus menunggu gelombang aksi masyarakat untuk melapor atau melakukan aksi menuntut dilakukan Penegakan Hukum terhadap Sdr. Eggie Sudjana terjadi secara meluas secara eskalatif.

“Polri harus ingat bahwa saat ini Polri masih banyak tunggakan perkara-perkara serupa termasuk puluhan Laporan Polisi dari masyarakat terhadap Rizieq Shihab yang hingga saat ini penyelidikannya mandeg. Oleh karena itu publik menanti proses hukum terhadap Eggie Sudjana dkk. sekaligus untuk menguji seberapa jauh keterbatasan Ilmu yang dimiliki dan seberapa besar dangkal atau dalam tingkat intelektual Eggie Sudjana terkait dengan Pernyataannya bahwa agama-agama selain Islam harus dibubarkan,” tutupnya. (Hipatios/KbN)

<

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password