breaking news New

Ini Kisah Penyiar RSPD Matim yang Bikin Mata Berkaca – Kaca Pedih

BORONG, Kabarnusantara.net – Pekerjaan Penyiar selalu diidentikan dengan seorang Pewarta. Benarkah demikian? Tetapi mengapa kisah yang dialami Pewarta malam itu berujung makian Anjing terhadap dirinya? Apakah seorang Pewarta pantas dimaki?

Penyiar berhati mulia ini masih berusia muda, dengan mata berkaca – kaca pedih memegang sepucuk surat dan menatap bentuk fisik Kantornya dengan tatapan kesedihan.

Penyiar Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Kabupaten Manggarai Timur, NTT ini bernama Asty Dohu.

Asty bekerja sebagai Penyiar RSPD dengan Status Tenaga Harian Lepas selama 4 tahun.

Dengan bermodal Tenaga Harian Lepas Asty bekerja sepenuh hati demi menyambung hidupnya di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Manggarai Timur sebagai Penyiar.

Semasa kerjanya Asty selalu tampil spektakuler dihadapan Pendengar setianya dengan suara yang menarik, puitis dan enak didengar.

Selain itu Asty kerap tampil di momen Live Event tatkala dirinya dipercayai sebagai Pemandu Acara oleh Dinas Kominfo Kabupaten Manggarai Timur dari pihak RSPD.

Tak disangka kejadian malam itu Asty dipermalukan dan dimaki oleh atasannya Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Manggarai Timur, Hironimus Nawang saat sedang memandu acara pemilihan Bintang Radio sesi ll yang berlangsung di Muara, Jembatan Wae Bobo, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur.

Nama besar Penyiar berparas cantik ini akhirnya redup dan tekanan batinnya terganggu pasca dimaki oleh atasannya Hironimus Nawang dengan kata Anjing Kau.

Asty menceritakan awal mula kejadian itu dengan raut wajah yang berlinang air mata membasahi pipi dan sekucur tubuhnya, seakan belum bisa move on dengan kisah pilu itu.

Dengan nada terharu Asty menceritakan bahwa sebelum peristiwa itu menimpa dirinya lampu listrik di tempat kegiatan sempat padam beberapa saat.

Situasi itu sempat membuat Asty dan beberapa rekannya hiruk pikuk karena harus siap untuk melanjutkannya.

Tidak lama kemudian listrik itu menyala. Asty yang lagi bersiap untuk melanjutkan acara tiba – tiba dikagetkan dengan suara Hironimus Nawang yang berteriak di tengah kerumunan orang banyak “Lanjut saja jangan ulang lagi”.

Menurut Asty, teriakan Hironimus Nawang ini sudah merusak skenario dan mengganggu konsentrasi Pemandu Acara karena tanpa diberitahu seperti itu pun Ia sudah tahu.

Pada saat itu Asty pun selaku Pemandu acara baru sekali merasa diintervensi pada momen bergensi seperti itu apalagi acaranya berlangsung live yang disiarkan langsung oleh RSPD Matim kepada jutaan Masyarakat Manggarai Timur.

Asty yang tak mau menghiraukan Hironimus Nawang itu terus melanjutkan acaranya dengan penuh semangat.

Usai acara itu, Asty dan Hironimus Nawang bertemu dibalik panggung. Nawang yang menganggap dirinya besar sempat meminta Asty menjelaskan mengapa sampai tidak menghiraukan panggilannya.

Asty pun menjelaskan bahwa Nawang telah membuat Ia selaku Pemandu hilang konsentrasi.

Selain itu Asty juga sibuk berbicara dengan MC saat Juri melakukan perhitungan nilai. Itu sebabnya Asty tidak menghiraukan Hironimus Nawang.

Asty juga sempat mengklarifikasi beberapa pernyataan Hironimus yang seakan – akan menudingnya tidak menghargai atasan.

Ia hanya kesal mengapa Hironimus mengeluarkan perintah pada momen yang kurang tepat seperti itu. Momen itu adalah pertarungan harga diri lembaga dan Pemilik hajatan sehingga tidak boleh dibuat seperti itu, apalagi di hadapan Penonton.

Tidak terima dengan hal itu, Hironimus langsung membanting Botol air dihadapan Asty dan mengeluarkan kata makian Anjing beberapa kali terhadap Asty.

Kata makian Anjing ini yang membuat mantan Aktifis GMNI Cabang Manggarai itu merasa terhina karena selama Ia hidup baru sekali ini dicaci maki oleh orang.

Asty yang terlahir dari Keluarga sederhana asal Gapong, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai ini merasa harga dirinya dihina dengan sebutan Anjing yang keluar dari mulut atasannya itu. Padahal sejak kecil Orang Tua Kandung Asty tidak pernah mengeluarkan makian itu ke Asty.

Kata makian Anjing itu yang membuat Asty tidak mampu menahan tangisan. Air matanya pun pelan – pelan jatuh membasahi Pipi, seakan peristiwa pilu itu telah mengganggunya secara psikis.

Bukan cuman mengeluarkan kata caci makian, Hironimus juga mengeluarkan surat pemberhentian alias surat pemecatan terhadap Asty.

Asty yang hanya bergantung hidup sebagai Tenaga Harian Lepas di Kabupaten itu akhirnya diberhentikan oleh atasannya. Asty pun tertunduk karna sebelumnya Ia tidak menduga bahwa peristiwa itu berakhir pemecatan.

Saat ditemui oleh Kabarnusantara.net pada Jumat 6 Oktober 2017, Asty tidak mempersoalkan soal pemecatan itu. Ia hanya sedih terhadap kata makian Anjing dari Hironimus terhadapnya yang kedengarannya sangat menusuk ke hati dan menyerang martabatnya. (Berto Davids/KbN).

<

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password