breaking news New

Dianggap Gagal, Ketua Mahkamah Agung Diminta Mundur

Jakarta, Kabarnusantara.net – Semakin tingginya angka aparatur peradilan yang tertangkap dengan segala modus operandinya dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) maupun menjual praktik perdagangan kewenangan (putusan), menunjukkan bahwa Mahkamah Agung gagal.

Demikian disampaikan Azmy Syahputra, Ahli hukum pidana Universitas Bung Karno kepada Kabarnusantara.net, Minggu (8/10/2017).

Menurutnya, Ketua Mahkamah Agung tidak berhasil membina aparatur peradilan dengan baik.

“MA gagal besar, karena tidak berhasil melakukan pembinaan hakim dan aparatur peradilan dengan baik dan benar. Lihat saja di tahun 2016 saja ada 28 aparatur peradilan yang tertangkap,” katanya.

Ia menyampaikan, bahkan saat ini diketahui kasus hakim Bengkulu dan ketua Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara rentang waktu tertangkapnya begitu dekat.

“Satu persatu hakim tertangkap tangan bahkan sampai setingkat ketua pengadilan tinggi. Kondisi ini semakin menunjukkan potret buruknya peradilan dan perilaku hakim,” ujarnya.

Menurutnya, berkaitan  OTT para hakim oleh KPK, ada hal yang menarik dicermati.

“Bisa jadi ini adalah serangan KPK kepada hakim untuk membuka ke public tentang buruknya prilaku hakim, karena penyidik sudah bersusah payah melakukan penyelidikan baik yang dilakukan oleh jaksa ataupun penyidik KPK dengan mudah dibatalkan oleh hakim,” kata dia.

Serangan KPK ini, kata dia, supaya terbuka ke publik seperti apa bobroknya hakim.

“Kondisi darurat perilaku hakim ini harus menjadi perhatian dan momentum khususnya bagi Ketua MA jika Perlu Presiden selaku kepala negara segera ambil peran untuk membenahi lembaga Peradilan agar bersih dan berwibawa termasuk jika perlu mengganti Pimpinan Mahkamah Agung,” tutupnya. (Wirawan)

<

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password