breaking news New
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Manggarai Timur, Hiro Nawang.

Terkait Pemecatan Asti Dohu, Ini Penjelasan Hiro Nawang

BORONG, Kabarnusantara.net – Terkait pemecatan salah satu Penyiar RSPD Kabupaten Manggarai Timur bernama Asti Dohu oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Manggarai Timur, Hironimus Nawang yang masih menjadi Tranding Topic di berbagai media online saat ini, pihak Dinas Kominfo akhirnya memberikan penjelasan yang disertai dengan beberapa alasan mendasar mengenai pemecatan itu.

Penjelasan ini disampaikan langsung oleh Hironimus Nawang selaku Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Manggarai Timur kepada Kabarnusantara.net saat ditemui di Ruangan kerjanya, Senin (9/10/2017) Pukul 10.30 Wita.

Aturan yang berlaku itu, lanjut Hironimus, sudah jelas tertera dalam beberapa tahapan pelanggaran.

Dikatakannya, pemecatan yang dilakukan oleh Kepala Dinas Kominfo terhadap Penyiar RSPD itu telah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Tahapan pelanggarannya, sambung Hironimus, dikategorikan dalam 3 bentuk, yakni pelanggaran ringan, pelanggaran sedang dan pelanggaran berat.

Pelanggaran ringan dan pelanggaran sedang, tutur Hironimus, merupakan pelanggaran yang masih dapat dimaafkan. Sedangkan pelanggaran berat merupakan akumulasi dari kedua pelanggaran itu yang tidak dapat dimaafkan.

Saat ditanya lebih detail terkait pemecatan Asti Dohu, Dia mengaku bahwa tindakan Asti tidak bisa ditoleril lagi karena telah melakukan pelanggaran berat, yakni kerap kali melakukan pelanggaran ringan dan pelanggaran sedang.

“Saya memecat Asti karena Dia sudah kerap kali melakukan pelanggaran, yakni tidak masuk Kantor tanpa izin atasan dan hal itu sudah kerap kali Dia lakukan” jelas Hironimus.

“Saya juga kerap memaafkan Dia tatkala melakukan pelanggaran itu tetapi saat ini sudah tidak bisa lagi karena sudah keterlaluan” jelasnya lagi.

“Jadi pemecatan yang bermula dari kejadian malam itu merupakan akumulasi dari pelanggaran yang kerap dilakukan Asti” ungkap Hironimus.

Terkait kata Anjing yang dilontarkannya kepada Asti, Hironimus pun mengaku bahwa dirinya membenarkan hal itu dan sudah meminta maaf kepada Asti di Ruangan kerjanya.

“Enu Kau masih marah dengan Bapa ka. Bapa minta maaf e, Bapa terlalu nyeplos malam itu” ucap Hironimus mengulang kembali perkataan sebelumnya.

“Iya Bapa Saya tidak marah” ucap Hironimus meniru jawaban Asti.

Dia pun mengatakan bahwa kata Anjing itu merupakan sebuah kekeliruan karena terbawa emosi.

“Itu hanya kekeliruan dan Saya sudah meminta maaf kepada Asti” kata Hironimus.

Saat dimintai tanggapan terkait pernyataan sejumlah Aktivis GMNI Manggarai yang mendesak Bupati Manggarai Timur agar segera mencopotnya dari jabatan, Hironimus hanya mengumbar senyum dan mengatakan bahwa selama Ia bersikap sesuai dengan kaidah atau aturan yang berlaku Ia tidak akan gentar.

“Saya pikir Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur tidak mungkin seperti itu karena saya memecat Asti sesuai aturan. Mungkin para Pendemo saja yang kurang mengerti mekanisme dan aturan yang berlaku dalam ASN” ujar Hironimus.

“Saya ini Pegawai Negeri Pak, jangan asal ngomong. Memangnya Saya memecat Asti tidak pakai aturan” pungkas Hironimus.

“Asti itu sekedar THL bukan PNS sehingga secara aturan Saya masih punya wewenang sebagai Kepala Dinas untuk memberikan sanksi kepada Asti. Boleh tanya Pa Bupati atau DPRD” tandas Hironimus.

Selain itu Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui Sekretaris Daerah, Matheus Ola Beda mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur akan siap menindak lanjuti masalah yang menyeret dua Oknum itu.

“Kami akan tindak lanjuti kasus ini dan akan mempertemukan Mereka berdua nantinya karena kalau dilihat dari segi aturan, Kepala Dinas Kominfo tidak salah” tutupnya singkat. (Berto Davids/KbN)

<

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password