breaking news New

Andre Garu : Gereja Harus Berada Didepan Sebagai Penjaga NKRI

Ruteng, Kabarnusantara.net – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPD RI) dari Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Adrianus Garu meminta gereja Katolik, khususnya yang berada di NTT agar menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Gereja  tidak boleh membeda-bedakan umatnya dengan umat non Katolik dan menyebarkan kebencian terhadap agama lain. Gereja Katolik harus menjadi pemersatu dan penjaga kebhinekaan.

“‎Kita mayoritas di NTT, tapi jangan jadikan mayoritas untuk menakut-takuti yang lain. Kita harus menerima, menghormati dan menjaga yang berbeda dengan kita. Dengan itu, NKRI yang kita cintai ini masih bisa kokoh dan utuh,” kata Andre, sapaan akrab Adrianus Garu dalam Sosialisasi Empat Pilar di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Propinsi NTT, Selasa (10/10).

Ia menjelaskan saat ini, bangsa ini sedang diuji dalam mempertahankan kebhinekaannya. Berbagai ujaran kebencian, saling hujat dan menghina agama satu oleh agama lain bermunculan di Sosial-Media (Sosmed).

Sentimen membedakan yang lain berdasarkan latar belakang agama, suku, dan ras (Sara) terus diangkat-angkat. Repotnya, isu Sara tersebut dibocengi oleh elit-elit politik untuk meraih kekuasaan. Mereka menari di atas kegaduhan dan pertetangan untuk meraih elektabilitas.

“Kita tidak boleh ikut-kutan seperti yang muncul di Sosmed itu. Negara ini bisa bubar bila terus dibenturkan atas sentimen Sara,” ujar anggota Komite IV bidang Perbankan, Keuangan dan Hubungan Pembangunan Pusat serta Daerah.‎

Dia meminta agar segala paham radikal tidak boleh hadir dalam ajaran Gereja Katolik. Gereja Katolik harus terus tebarkan ajaran Cinta Kasih dengan mencintai semua umat manusia.

Di sisi lain, dia meminta agar Gereja Katolik di Manggarai khususnya dan NTT umumnya supaya mewaspadai kehadiran paham radikal dari luar. Kehadiran paham-paham ekstrim dan radikal tersebut bisa menganggu hubungan harmonis yang terjadi antar umat beragama di NTT.

“Beberapa waktu lalu, di wilayah kita sudah pernah ada penangkapan teroris. Kita sama-sama menjaga agar kelompok-kelompok seperti itu tidak berkembang luas di sini. Kita ajak teman-teman non Muslim agar bersama-sama mencegah karena kehadiran mereka bisa menganggu keharmonisan di sini,” tutup Andre. ‎(OBI/KbN)

<

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password