breaking news New

Diperiksa KPK, Rita: “Rutan yang Baru Bagus Ko”

Kabarnusantara.net – Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama dua puluh hari sejak, Jumat (6/10/2017). Tersangka dugaan penerima gratifikasi tersebut ditahan di rumah tahanan Klas I Jakarta Timur, cabang KPK.

KPK kembali memeriksa Rita, Selasa (10/10/2017). Ia akan dimintai keterangan sebagai tersangka.

“Dia akan dimintai keterangan sebagai tersangka,” kata Jubir KPK Febri Diansyah.

Kepada Wartawan Rita enggan berkomentar terkait perkara yang tengah menjeratnya. Dia malah mengomentari  rumah tahanan KPK yang baru. “Belum tahu diperiksa apa, tapi penjaranya bagus ko,” kata Rita sembari masuk ke dalam gedung KPK.

Rutan baru KPK itu berada di belakang gedung Merah-Putih, yang terletak di Jalan Kuningan Persada Kavling K-4.

Bersama Rita, penyidik KPK memanggil Pemilik PT Citra Gading Asritama Ichsan Suadi. Terpidana kasus suap kepada pejabat Mahkamah Agung (MA) itu diperiksa untuk tersangka Rita.

“Dia diperiksa sebagai saksi untuk RIW (Rita Widyasari),” ujar Febri.

Rita ditetapkan sebagai tersangka bersama Komisaris PT Media Bangun Bersama Khairudin dan Direktur Utama PT Sawit Golden Prima Hery Susanto Gun alias Abun.

Sebelumnya, Febri mengatakan Bupati Kutai Kertanegara Rita Widyasari diduga menerima suap dan gratifikasi selama menjabat.

“Ada rentang waktu yang kita pelajari saat ini. Diduga pihak pihak-pihak yang memberikan suap tersebut adalah pihak-pihak yang berkepentingan dalam proses perizinan di Kutai Kertanegara itu,” kata dia.

Bahkan, menurut Febri, pihak yang diduga memberikan suap kepada tersangka sudah memulai melakukan pengurusan izin sebelum tersangka menjabat.

“Jadi proses sudah terjadi sebelumnya namun kemudian izin itu keluar setelah yang bersangkutan menjabat,” ungkapnya.

Seperti diketahui, ada dua kasus yang membuat Rita menjadi tersangka dengan nilai gratifikasi dan suap mencapai Rp 12 miliar lebih.

“Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari dijerat dalam dua kasus yaitu diduga menerima uang Rp 6 miliar dari Direktur Utama PT Sawit Golden Prima, Hery Susanto Gun (HSG),” kata Basaria, Kamis (4/10/17) lalu.

Kasus kedua, lanjut Basaria, Rita juga menerima gratifikasi dari komisaris PT Media Bangun Bersama, KHR (Khairudin) sebesar 775 ribu USD atau setara Rp 6,975 miliar. “Berkaitan dengan sejumlah proyek di Kutai Kartanegara selama masa jabatan tersangka,” tambah dia.

Jumlah total uang yang diterima bakal cagub Kalimantan Timur dari Partai Golkar itu mencapai Rp 12,975 miliar.

KPK juga telah menyita empat mobil mewah milik Rita yang namanya disamarkan menggunakan pihak lain. “Terdapat empat mobil yang disita oleh KPK, empat mobil tersebut diduga berada pada penguasaan RIW namun dengan nama pihak lain,” imbuh Basaria. (Wira/KbN)

<

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password