breaking news New

LPSK: Tak Ada Paksaan untuk Minta Perlindungan Saksi, Semuanya Bersifat Sukarela

Kabarnusantara.net – Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Abdul Haris Semendawai Mengunjungi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa, 10 Oktober 2017.

Kunjungan tersebut dalam rangka pembahasan perpanjangan nota kesepahaman dengan KPK terkait perlindungan saksi dan korban.

Terkait perlindungan saksi, Abdul Haris Semendawai menyampaikan bahwa sifat perlindungannya adalah sukarela.

“Perlindungan saksi ini kan sifatnya sukarela, sehingga kalau ada diantara saksi tapi ternyata saksi tersebut tidak mengajukan perlindungan ke LPSK atau tidak direkomendasikan ke LPSK artinya kita tidak akan memaksa untuk kita berikan perlindungan,” jelasnya.

Dijelaskannya, ada dua mekanisme pengajuan perlindungan saksi, yaitu yang diajukan saksi sendiri dan rekomendasi dari KPK.

“Untuk perlindungan saksi ini ada perlindungan saksi yang oleh saksi atau pelapor itu sendiri mengajukan perlindungan ke LPSK tapi ada juga yang diajukan oleh kpk,” jelasnya.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan bahwa perlindungan saksi bukan diarahkan oleh penegak hukum dan pihak LPSK.

“Prinsipnya begini, perlindungan saksi itu bukan diarahkan oleh penegak hukum atau dari pihak LPSK. Jadi konsepnya adalah pada saat seseorang melakukan pelaporan atau dia menjadi korban dari suatu tindak pidana dan dia tidak merasa nyaman, maka negara dalam hal ini diwakili oleh LPSK, punya kewajiban melindungi yang bersangkutan,” kata dia.

Ia menambahkan, bukan KPK juga yang secara otomatis memberi rekomendasi kepada LPSK.

“Misalnya ini adalah saksi kunci atau saksi penting untuk pengembangan sebuah kasus,” imbuhnya. (Wira/KbN)

<

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password