breaking news New

Perlindungan dari Diskriminasi Kerja, Buruh Tuntut 14 Minggu Cuti Kerja

Kabarnusantara.net – Tuntutan untuk dapat kerja layak. Upah layak. Dan hidup layak juga dapat berarti dengan kehamilan, kelahiran yang sehat dan aman.

Wakil Presiden FSPMI Bidang Peberdayaan Perempuan, Mundiah mengatakan kecukupan waktu menyusui, perlindungan dari diskriminasi kerja dan keamanan kerja serta cuti melahirkan yang lebih lama (minimal 14 minggu cuti melahirkan) harus menjadi perhatian oleh pemerintah.

Menurutnya, cuti melahirkan di Indonesia saat ini hanya berkisar 12 minggu dan jauh tertinggal dengan India bahkan Vietnam yang telah menerapkan cuti melahirkan selama 6 bulan lamanya.

“Akibatnya, anak-anak pekerja/buruh perempuan tidak mendapat Air Susu Ibu (ASI) yang memadai karena ibu mereka harus kembali bekerja karena kurangnya waktu cuti,”ujarnya di depan DPR RI, Jakarta, Selasa (10/10)

Ia berpendapat bahwa dalam jangka waktu yang panjang, bisa dibayangkan kemunduran kualitas generasi penerus bangsa.

Lebih lanjut, menurut Mundiah, pengusaha dalam hal ini juga dianggap masih lalai dalam memenuhi tanggung jawabnya terkait penyediaan ruang laktasi dan waktu menyusui di tempat kerja.

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Bersama 3 Menteri (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Menteri Kesehatan No 48/Men.PP/XII/2008 Nomor PER.27/MEN/XII/2008 Nomor 1177/Menkes/PB/XII/2008 tentang Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu Selama Waktu Kerja di Tempat Kerja.

Cuti melahirkan yang lebih lama akan memberikan perlindungan yang lebih terhadap pekerja/buruh perempuan dan bayinya sehingga derajat kesehatan perempuan menjadi lebih baik.

“Dalam kesempatan ini, berbagai serikat pekerja yang tergabung dalam IndustriALL Indonesian Council mendesak agar pemerintah segera memberlakukan cuti melahirkan minimal selama 14 minggu,”pungkasnya. (RR/KbN)

<

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password