breaking news New
Donatus Juito Ndasung, Mahasiswa Program studi Pendidikan bahasa Indonesia STKIP Ruteng.

CINTAKU BERSEMI DI ATAS KAPAL

Oleh : Donatus Juito Ndasung

Perempuan muda, cantik, anggun dan sederhana dalam sikap yang penuh sadar berdiri di pinggir geladak sambil memegang terali Kapal. Dia tampak sedang melambaikan tanganya kepada keluarga yang mengantarnya di Dermaga Labuan Bajo. Aku dan ketiga sahabatku hendak naik tangga kapal Tilong Kabila yang baru sandar dan hendak berlayar menuju pelabuhan Makassar, di tengah keramaian dan kesibukan anak buah kapal langkahku sesaat terhenti melihat gadis cantik itu. Di tengah keramaian penumpang yang hendak naik tangga dan kesibukan anak buah kapal aku masih sempat menaruh perhatianku pada gadis cantik  itu.  Karena orang terlalu banyak yang lalu lalang sesaat ku tak lagi memperhatikannya.

Aku dan ketiga temanku masuk dalam ruang kapal dan mencari tempat tidur yang kosong, setelah lima menit mencari tempat yang kosong akhirnya kami dapat tempat tidur di dek nomor tiga. Kali ini baru pertama kami naik kapal, saya dan ketiga sahabatku pengen sekali melihat Kapal lepas landas, oleh karena itu barang bawaan dititipkan pada tetangga tempat tidur.  Kamipun jalan menuju dek teras kapal untuk melihat proses lepas landas, entah mengapa perempuan cantik yang sempat kulihat tadi masih berdiri manis didekat geladak kapal, ku coba mendekatinya dengan dalih agar bisa mengenalnya. Hai? Sapaku dengan sopan, lalu Dia menoleh dan melempar senyum. Sedang apa disini? Tanyaku dengan sedikit kaku, aku sedang melihat kelurgaku yang baru saja kutinggalkan, jawabnya dengan santun. Namamu siapa? Tanyaku kembali, namaku ku Atik dan kamu? Nama ku Tio jawabku dengan penuh rasa ragu-ragu.

Kapal mulai melepas landas perlahan meninggalkan pelabuhan aku dan gadis cantik bernama Atik itu masih berdiri bersama tanpa ada percakapan. Aduh, aku harus berbicara mulai dari mana nih pada hal Dia masih bersamaku disini (sahutku dalam hati dengan penuh kebingungan), malam kian menepi percikan ombak dan tiupan angin menemani kebersamaan kami dalam keheningan. Kak Tio hendak kemana dan ada keperluan apa? Suara itu sesaat memecah kehingan, akupun kaget, tumben dia angkat bicara, apa dia ingin bersamaku? tapi apa mungkin gadis cantik ini mau denganku (sahutku dalam hati), hei kenapa kamu tak menjawabku, tanya gadis itu kembali, akupun bangun dari lamunanku dan menjawabnya, oh ia Tik maaf, aku mau ke Makassar untuk mengikuti kegiatan Konferensi Studi Nasional Perhimpunan Mahasiswa Katolikse-Indonesia, wow keren tetap semangat ya (pujinya kepadaku) aku mau ke Bali untuk melanjutkan studiku, oh kamu mahasiswi fakultas apa? Tanyaku kembali, saya mahasiswi fakultas kedokteran Udayana Bali. Aku tersentak kagum padanya, gadis cantik, berwibawa ini pada hal mahasiswi calon dokter. Kalau kamu kuliah dimana? tanya gadis itu kepadaku,  Saya kuliah di salah satu perguruan tinggi di Ruteng program studi pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, jawabku dengan penuh rasa malu.  Satu jam bersama Dia serasa tiga  tahun aku telah  mengenalnya.

Nahkoda Kapal terus berlayar mengarungi lautan, burung camar terbang di percikan ombak mengiring pelayaran sang nahkoda Kapal, malam telah larut saya dan mahasiswi calon dokter itu masih bergadang di geladak kapal sampai aku lupa kalau aku pergi bersama ketiga sahabatku. Hamparan pulau mulai tak terlihat pelayaran sang Nahkoda mulai memasuki laut lepas, kami masih berdiri berdua dalam kesunyian, hei apa kau melihat dua bintang itu (sambil menunjuk kearah bintang), oh ia Tik mereka sedang bermesraan, kayak kita hahahaha (candaku) enak aja kamu gumamnya sambil tertawa, perasaanku mulai tak tenang ingin rasanya kumemiliki Dia, aura wajahnya yang cantik nan anggun sama seperti bawaanya ku tak menyangka Dia bertahan sejauh ini bersamaku di tempat ini.

Kumengajaknya duduk di dek teras Kapal, saat duduk ku pegang tanganya, darah mulai mengalir tak tenang rasa itu menjelma jadi nada-nada cinta,  bintang-bintang jatuh tak terurai percikan ombak sampai di geladak kapal, tiupan angin terasa dingin jiwa ini dikatub oleh dua rasa yang saling mengingkat,Tuhan aku tak mau waktu ini berlalu aku ingin bersamanya di tempat ini lebih lama lagi (lamunanku) kembali ku pegang tangannya dengan erat (sambil mengungkapkan perasaanku) Tik aku menyukaimu ungkapku dengan sedidikit gugup, (hati ku mulai tak tenang) belum sampai selesai berbicara Dia langsung memelukku, dan mencari telingaku berbisik sedari tadi aku menunggu ucapan kata yang indah itu dari bibir manismu, aku juga menyukaimu, terima kasih untuk pertemuan ini. Jawabnya yang membuat pikiranku menggelana dalam nada cinta.

Malam kian larut kami berdua masih duduk santai, gemercik ombak yang telah menjadi saksi bisu kisah percintaan kami terus menemani kami, saya ingin mengarungi samudra ini bersamamu Tik bisiku di telinganya yang masih dalam pelukanku. Jam menunjukan pukul 02:00 pagi Dia mengajakku untuk mengantarnya ke tempat tidur di dek epmpat, lalu ku mengantarnya, sampai di tempat tidur aku langsung pamit, Tik saya pamit dulu, hei besok kita ketemu di tempat yang sama, oke besok saya tunggu disana jawabku dengan meninitipkan senyum untuknya, Tio panggilnya sambil menarik tangan dan mengecup keningku, selamat tidur ya ucapnya. Aku kaget dengan aksinya yang membuatku untuk tetap bertahan di bersama Dia, oke selamat tidur ya. Akupun langsung balik dan mencari ketiga sahabatku di dek nomor tiga. sampai di tempat tidur ku melihat teman-temanku sudah pada ngorok,  aku kembali membayangkan wajah gadis mahasiswi calon dokter itu, Tuhan terima kasih untuk pertmuan ini biarkan cinta kami bersemi di atas kapal ini.

Keesokan harinya kami kembali bertemu pada tempat yang sama. Di tempat ini kami merajut kisah yang disaksikan oleh dua insan ikan yang saling berkejaran. Tio aku ingin hidup bersamamu setelah satu hari ini aku merasakan sesuatu yang sangat istimewah dari sosokmu, ungkapnya sambil memelukku, aku hanya diam dalam pelukannya. Aku menyesal dengan pertemuan ini, toh taunya sebentar lagi kami akan berpisah (sahutku) Tuhan mengapa kami bertemu dengan waktu yang begitu singkat pada hal aku ingin bersamanya lebih lama lagi. Hamparan pulau mulai terlihat sebagian bangunan besar di kota Makassar mulai Nampak, pertanda sebentar lagi kami akan berpisah. Tik mengapa kamu diam saja pelayaran sang Nahkoda sudah  hampir selesai pertemuan kita juga sebentar lagi akan berakhir, Cinta tak selamanya bersatu kita mesti berpegang teguh pada perjanjian yang pernah kita rajuti semalam,  perpisahan karena perjuangan yang belum selesai menurutku itu adalah manusiawi sekali, muda-mudahan kita bertemu kembali di lain kesempatan. Tio aku hanya ingin dirimu bertahan dalam hubungan ini walaupun sebentar lagi kita akan berpisah, satu pintahku jangan pernah melukai cinta yang sudah kita rajuti diatas Kapal ini, Kapal dan percikan ombak telah menjadi saksi bisu dalam pertemuan kita.

Senja kian menepi pada pada ujung barat pelabuhan Makassar, sang surya perlahan tenggelam, bel panjang pertanda Kapal akan bersandar telah  terdengar, Kota Makassar sudah nampak jelas, detik-detik perpisahan sangat terasa diantara kami berdua, semua penumpang yang tujuan Makassar sudah siaga untuk turun. Tik boleh kusimpan nomormu diponselku, ia Tio boleh jawabnya dengan nada sedih. Tik kamu tunggu disini aku ambil tasku nanti aku akan balik lagi kesini. Setelah balik ambil tas, aku kembali menemui mahasiswi cantik calon dokter itu dan langsung memeluknya lalu berbisik Tik jangan biarkan kisah ini sampai disini saja perjuangan kita masih panjang kalau sudah sampai di Bali jangan lupa hubungi saya, nomorku sudah kusimpan di ponselmu, ku usap air matanya dengan tisu yang berlinang dipipihnya, Tik jangan pernah menangis dengan cinta karena itu buta, ungkapku. Kalau memang Tuhan menjodohkan kita,  pasti kita akan bertemu lagi, ini hanya soal waktu selesaikan dulu kuliahmu baru kita merajut kembali hubungan yang telah kita sepakati semalam. Kisah ini menjadi bersejarah dalam hidupku. Tio aku mencintaimu, kamu jangan pernah mengkhianati janji yang telah kita rajuti bersama, jaga dirimu baik-baik, semoga kegiatan kamu di Makassar berjalan dengan lancar,  satu lagi kalau selesai kegiatan cepat balik ke Ruteng jangan sampai kamu lupa dengan kuliahmu, ia Tik terima kasih jawabku singkat.

Kapal telah sandar di Pelabuhan Makassar semua penumpang tujuan Makassar telah turun dan tinggal saya saja yang masih di atas Kapal. Tik aku pamit turun dulu selamat melanjutkan perjalanmu ke Bali, kukecup kening dan memeluknya tanpa menghiraukan petugas kapal. Ketiga temanku sudah turun dari Kapal dan menungguku di terminal dekat Pelabuhan Makassar, Tio boleh kita selfi dulu biar kalau saya ingat kamu saya lihat fotomu saja dan foto itu akan menjadi penanda kalau kita pernah merajut cinta di atas Kapal Tilong Kabila. Setelah selfi saya langsung pamit  Tik jaga dirimu baik-baik, kuberjalan meninggalkan teras Kapal dan menuju tangga turun, sampai di dermaga kulihat Dia di dekat geladak Kapal sambil melambaikan tangannya dan memanggilku Ti…o…o…“Let Me Love You”, kumenatapnya dalam-dalam dan melambaikan tangan, lalu kubalik dan tak lagi menghiraukanya kuterus berjalan dan perlahan kapal yang kutumpangi tak kulihat lagi. Bayangan wajah Mahasiswi cantik itu masih terlintas dibenakku. Segala kisah yang terjadi di Kapal kini menjadi kenangan yang kemudian menjadi bahan cerita kelak hubungan ini direstui. Sejenak Curhatku dengan Tuhan, Tuhan cintaku bersemi diatas Kapal.

*cerita pendek ini hasil imajinasi penulis, jika ada persamaan nama dan tempat mohon maaf.

Donatus Juito Ndasung adalah Mahasiswa Program studi Pendidikan bahasa Indonesia STKIP Ruteng.

 

<

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password