breaking news New

Senator NTT : Jangan Jadikan Sekolah Tempat Mencetak Paham Radikal

Labuan Bajo, Kabarnusantara.net  – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Adrianus Garu meminta sekolah-sekolah yang ada di seluruh tanah air, khususnya di NTT agar tidak dijadikan sebagai tempat mencetak dan menanamkan paham radikal. Sekolah harus menjadi garda terdepan dalam menanamkan dan menjaga empat pilar bangsa yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika.

“Peran sekolah itu sangat sentral. Keseluruhan pendidikan awal bagi kita ada di sekolah. Kalau di sekolah-sekolah diajarkan paham radikal, paham tidak mau menerima yang lain yang berbeda, itu sangat bahaya. Nanti di usia dewasa lebih parah lagi,” kata Andre, sapaan akrab Adrianus Garu dalam Sosialisasi Empat Pilar di SMP Negeri 2 Mbeliling, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Sabtu (14/10).

Ia menjelaskan ada kecenderungan pada sekolah-sekolah saat ini untuk menanamkan paham radikal. Hal itu disebabkan latar belakang siswa yang berbeda-beda. Ada siswa yang memang dari keluarga yang menganut paham radikal tertentu. Hal itu mempengaruhi anak mereka dalam melihat sebuah persoalan.

Faktor lainnya adalah para pendidik dan lingkungan sekolah yang mendukung kehadiran paham radikal. Mereka lebih menyembah ajaran-ajaran dari luar daripada menekuni dan mengajarkan empat Pilar bangsa. Apa yang mereka pegang kemudian diteruskan ke peserta didik.

“Kepada bapak dan ibu guru, saya berharap pegang saja empat pilar itu. Tidak usah yang lain-lain lagi. Kalau bapak-ibu sudah menjauh dari empat pilar bangsa, gimana anak didik. Itu yang membuat anak-anak kita sekarang tidak bangga dengan negaranya,” tutur senator yang saat ini duduk di Komite IV DPD RI bidang Keuangan, Perbankan dan Hubungan Pembangunan Pusat serta Daerah ini.

‎Menurutnya, bangsa ini sudah punya konsep bernegara yang sangat baik. Negara didasarkan pada Tuhan Yang Maha Esa, bukan kepada negara agama. Negara ini juga punya UUD 1945 yang telah merumuskan dan sebagai hukum utama dalam negara. Didalamnya sudah mencakup semua berbagai kepentingan bangsa. Kemudian bangsa mengambil bentuk negara kesatuan. Artinya, dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas hingga Rote adalah satu-kesatuan yang tidak bisa berdiri sendiri. Semua saling melengkapi, membagi dan mendukung. Kemudian bangsa ini mengantu prinsip berbeda-beda dari berbagai latar belakang agama, suku, dan ras (Sara) tetapi tetap satu dalam bingkai NKRI.

“Semua bangsa sudah memuji keunikan dan kekhasan bangsa kita. Masa kita sebagai anak bangsa tidak bangga. Keunikan dan kemajemukan itu yang harus kita jaga. Peran sekolah-sekolah untuk menyebar-luaskan konsep-konsep kenegaraan tersebut,” tutup Andre yang juga politisi Partai Hanura ini. ‎(OBI/Hipa/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password