breaking news New

Pidato Anis Baswedan Melanggar Instruksi Presiden

Pelantikan Anis Baswedan Dan Sandiaga Uno di Istana Negara.

Jakarta, Kabarnusantara.net – Pidato pelantikan Gubernur Terpilih Anis Baswedaan dinilai telah melanggar ketentuan instruksi  Presiden nomor  26 tahun 1998 tentang  menghentikan penggunanaan istilah pribumi dan non pribumi dalam semua perumusan dan penyelenggaraan  kebijakan, perencanaan program ,ataupun pelaksanaan kegiatan penyelenggaran pemerintahan.

Dalam pidato yang disampaikan setelah pelantikan Gubernur dan Wakil gubernur terpilih  oleh presiden Jokowi pada tanggal 16 oktober 2017 di Balai Kota, Jakarta, mengatakan bahwa  Jakarta adalah satu dari sedikit tempat di Indonesia yang merasakan hadirnya penjajah dalam kehidupan sehari-hari selama beradab-abab lamanya.

“Rakyat pribumi ditindas dan dikalahkan oleh kolonialisme. Kini telah merdeka, saatnya kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri”, Ungkap Anis pada menit ke 7 detik ke 18.

Instruksi Presisden nomor 26 tahun 1998 ditujukan kepada para menteri, para pimpinan lembaga Pemerintah Non departemen, Para Pimpinan keskretariatan lembaga tertinggi / tinggi Negara, dan para Gubernur Kepala Kaerah tingkat 1 dan Bupati / Wali kota madya, Kepala Daerah tingkat II, telah diatur dengan jelas.

Dalam point pertama instruksi presiden nomor 26 tahun 1988, secara langsung mengistruksikan untuk menghentikan penggunaan isitilah pribumi dan non pribumi dalam semua perumusan dan penyelenggaraan  kebijakan, perencanaan program ,ataupun pelaksanaan penyelenggaran pemerintahan.

Tidak sedikit dari kalanngan masyarakat yang menilai bahwa penggunaan kata pribumi dan nonpribumi menyinggung perasaan banyak pihak.

Prof. Muhamad A S Hikam, dalam cuitan di tweeternya menyampaikan Anis Baswedan telah menunujukan Ketidakjujuran dirinya sendiri sebab dia (Anis-red) juga bukan pribumi, Tidak konsisten dengan semangat rekonsiliasi yangg dia bicarakan sejak menang Pilkada DKI beberapa bulan lalu,  Bisa menjadi indikator bahwa kepemimpinannya akan diwarnai oleh primordialisme. (KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password