breaking news New

BKH Minta Tradisi Pemakaman di Sumba Timur Terus Dipelihara

BKH menghadiri acara pemakaman adik kandung Umbu Mehang Kunda.

Sumba, Kabarnusantara.net – Anggota DPR RI, Dr Benny K. Harman, SH mengikuti acara pemakaman Umbu K. Nggiku di kampung adat Praiyawang, Desa Rindi, Kec. Rindi Kab. Sumba Timur pada Jumat (20/10/17).

Dalam kesempatan itu, BKH, begitu ia disapa menyampaikan agar tetap memelihara tradisi yang muncul sejak ratusan tahun lalu itu. Menurut BKH, tradisi itu sangat luar biasa dan kaya. Ia pun terharu dengan tradisi tersebut.

“Tradisi pemakaman yang sudah berlangsung berabad-abad ini harus tetap dipelihara. Ini tradisi yang luar biasa. Nenek moyang kita telah memberikan warisan yang tidak ternilai dan menjadi salah satu kekayaan kita di NTT ini. Kita patut merawat dan mewariskannya ke generasi berikut,” kata BKH kepada warga yang hadir.

BKH mengaku, perjalanan yang panjang untuk menghadiri acara adat tersebut tidak membuatnya lelah, karena ia berniat untuk menghadiri pemakaman adik kandung Umbu Mehang Kunda tersebut.

“Tadi pagi saya turun di Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya sekitar jam 10-an. Saya melanjutkan perjalanan langsung ke Praiyawang kab. Sumba Timur ini selama hampir lima (5) jam perjalanan darat dengan jarak tempuh 250-an km. Saya tidak merasa lelah karena saya sungguh ingin menyaksikan pemakaman adik kandung Umbu Mehang Kunda ini” cerita BKH

Menurutnya, desa adat Praiyawang bisa dijadikan tempat untuk menyaksikan suasana peradaban masa silam yang sangat kental. Mulai dari arsitektur rumah Sumba dengan menara yang tinggi juga barisan kuburan tua megalitik para bangsawan dengan ciri khas pahatan simbol yang sarat akan makna. Ini luar biasa, katanya.

Kuda disembelih untuk dijadikan kurban.

Dalam acara pemakaman Umbu K. Nggiku yang dihadiri 3000-an orang atau lebih ini, BKH menyaksikan secara langsung bagaimana 3 ekor kerbau dan 3 ekor kuda disembelih sebagai korban dan kuda pengantar jenazah ke liang lahat.

Anak almarhum Umbu Hiya Hamataki menceritakan bahwa bapak Umbu K. Nggiku disimpan selama 9 (sembilan) bulan di pendopo rumah adat dan dijaga selama siang dan malam secara bergantian. “Setelah kematiannya 9 bulan lalu, kami mencari batu kuburan dan mempersiapkan segalanya untuk pemakaman hari ini. Puji Tuhan semuanya lancar,” ujar anggota DPRD Provinsi NTT dari fraksi Demokrat ini.

Tidak lupa, Umbu Hiya ini mengucapkan terimakasih kepada BKH yang bersedia datang mengantarkan ayahnya ke perisitirahatan terakhir. “BKH membawa kain untuk almarhum ayah saya dan kami mengucapkan terimakasih atas semuanya. Kehadiran BKH dan teman-teman adalah doa sekaligus hiburan untuk mengurangi beban duka kami”, katanya. (Stefan/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password