breaking news New

Anggota Baru PMKRI Jogja Ini, Siap Pertegas Identitas Keindonesiaanya

Philipus Abah Nauw Saat Drinya Meberikan Sambutan Pada Acara Pelantikan Anggota Baru PMKRI Jogja pada Sabtu 21/10/2017

Yogyakarta, Kabarnusantara.net – Perjalanan ke-55 anggota muda Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Yogyakarta Santo Thomas Aquinas dalam peroses pendidikan formal yang diawali dengan Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) dan Masa Bimbingan (MABIM) menuju prosesi pelantikan, kini mencapai titik akhir.

Sejumlah 55 anggota muda tersebut berhasil dilantik oleh ketua Presidium PMKRI Cabang Yogyakarta Santo Thomas Aquinas pada Sabtu, 21 Oktober 2017.

Prosesi pelantikan yang berlangsung di Margasiswa-Wahidin 54 itu, dilangsungkan dengan diselimuti rasa haru dari semua calon anggota biasa PMKRI Yogyakarta.

Hal tersebut tampak dalam pernyataan salah satu peserta pelantikan, Philipus Abah Nauw saat dirinya memberikan sambutan.

“Puji Tuhan saya sangat terharu dengan moment pelantikan ini. Perjuangan saya dan juga kawan-kawan, mulai dari MPAB, MABIM hingga pelantikan ini tidak lah sia-sia. Peroses yang didesain saat MPAB dan MABIM menjadi dasar atas rasa haru saya. Ini moment yang sangat istimewa” ungkap Philipus dalam smbutanya yang mewakili peserta pelantikan.

Tak hanya itu, ia juga mengakui dalam dalam dinamikanya menuju pelantikan, rasa keindonesiaanya kian mendalam sejak pertemuannya dengan berbagai calon anggota yang berasal dari berbagai penjuru Nusantara.

“Dinamika saya di tempat ini, memberikan penegasan akan kecintaan saya terhadap kebinekaan Indonesia. Di PMKRI Jogja ini, saya bisa menjalin relasi dengan baik bersama teman-teman yang beda suku dengan karakternyanya yang berbeda juga. Saya siap pertegas rasa keindonesiaan itu”. tutur pria asal Maybrat, Papua.

Kepada anggota PMKRI Jogja yang baru dilantik, ia berharap untuk tetap setia dengan pilihan dan keputusannya belajar dan membina diri di PMKRI.

“Saya berharap kepada teman-teman semua untuk bertangungjawab atas keputusan dan pilihannya yang memilih PMKRI sebagai wadah pembinaan dan perjuangan. Yakni berjuang bagi kaum tertindas dengan mengunakan kekuatan intelektual dan kemampuan diri kita dengan dipayungi ketiga benang merah PMKRI, yaitu Intelektualitas, Kristianitas dan Fraternitas”, tutup mahasiswa jurusan Teknik Sipil, UTY tersebut. (MA/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password