breaking news New

Paksa Buka Jalur Lalin, Anis Tunjukkan Karakternya yang Arogan

Jakarta, Kabarnusantara.net – Sikap Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang memaksa petugas Polri di Bogor untuk membuka paksa arus lalulintas Puncak-Jakarta yang diberlakukan satu arah disayangkan banyak pihak.

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus adalah salah satu yang menyayangkan sikap Baswedan Menurutnya, sikap menunjukkan karakternya yang sombong.

“Sikap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan semakin arogan alias congkak, semakin memperlihatkan karakter aslinya apalagi sikapnya itu tidak hanya ditunjukan di hadapan bawahan dan warganya di wilayah hukum Pemda DKI Jakarta akan tetapi ternyata tanpa tedeng aling-aling dipertontonkan juga di tempat lain yang bukan wilayah kekuasaannya, bukan warganya dan bukan pada bawahannya,” kata Petrus.

Menurut Petrus, permintaan Anies untuk membuka jalur tersebut sungguh-sungguh mempermalukan seluruh warga DKI Jakarta baik yang memilihnya maupun yang tidak memilihnya.

“Kelakuan Anies Baswedan seperti ini biasanya hanya terjadi pada orang-orang dengan karakter dasar yang memang dari sananya sudah congkak, sok kuasa dan merasa diri supper,” ujarnya.

Pertanyaannya, kata Petrus, apakah sikap angkuh, ambisius dan sok kuasa seperti yang dipertontonkan Anies Baswedan, merupakan karakter dasar bawaan Anies Baswedan atau hal itu hanya sekedar sikap yang isidentil yang muncul pada saat-saat darurat atau force majeur.

“Pertanyaan ini sangat relevan karena belum lama ini Anies Baswedan (saat belum dilantik jadi Gubernur DKI) juga diberitakan menerobos jalur jalan sebelah kanan yang bukan jalurnya menggunakan voorijders saat jalan macet parah tgl 14 Agustus 2017 yang lalu, ketika hendak buru-buru mengejar sesuatu urusan,” ungkapnya.

Dikatakan Petrus, jika Anies Baswedan mengawali kekuasaannya sebagai Gubernur DKI Jakarta dengan terus-terusan berbicara di luar konteks, berlaku congkak, ambisius dan menggunakan kekuasaannya secara berlebihan, maka dikhawatirkan akan muncul krisis kepercayaan publik yang meluas dari masyarakat yang menuntut Anies Baswedan untuk mundur atau diberhentikan dari jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“Apalagi kejadian dimana Anies Baswedan memaksa petugas Polri di Bogor untuk membuka paksa jalur Puncak, Bogor dan Jakarta yang secara protap memang harus ditutup dan hanya boleh dibuka kalau diperintahkan oleh Kapolres/Kapolda atau Kapolri, maka sikap demikian dapat digolongkan sebagai keswenamg-wenangan, selain karena Petugas Polri di Bogor bukanlah bawahan Anies, juga Kabupaten Bogor berada di luar wilayah hukum Pemda DKI Jakarta alias wewenang Gubenur Jawa Barat,” tegas Advokat Peradi ini.

Oleh karena itu, lanjutnya, Polisi Lalulintas di Bogor harus memberlakukan tilang terhadap Anies Baswedan dan anak buahnya dan agar mobil dinas Gubernur DKI Jakarta yang digunakan saat menerobos larangan itu disita untuk kepentingan proses hukum.

“Ini harus menjadi pembelajaran bagi siapapun, termasuk bagi Anies Baswedan yang baru saja mengucapkan sumpah jabatan tetapi secara serta merta dilanggarnya sendiri di wilayah hukum Gubernur Jawa Barat. Ingat ada ungkapan pepatah, dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung,” tutur Petrus. (Stefan/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password