breaking news New

Arsitek Dibalik Manus FC

Manus FC merupakan salah satu tim sepak bola di Jakarta. Tim yang dihuni oleh para punggawa muda berbakat dari Manus-Manggarai Timur ini merupakan salah satu tim sepak bola yang saat ini sedang mengikuti turnamen Coresta Cup di Tangerang. Kostum biru langit dengan tulisan “Boy Sulimas Team” menjadi identitas dan simbol yang sungguh mengundang daya pikat dan decak kagum para penonton. Selain dihuni oleh punggawa muda yang berbakat, tim Manus FC ini juga dihuni oleh manager yang menjunjung tinggi kedisiplinan dan loyalitas terhadap tim. Dia adalah Celtus Halim. Mengenal tim Manus FC tidak cukup hanya kostum yang mereka miliki, punggawa muda yang berbakat dan manager yang sangat loyal, tetapi juga sosok yang sangat berpengaruh dan memiliki daya pikat dan keberpihakan terhadap tim. Dia adalah Bonifansius Sulimas (Boy).

Anak muda kelahiran Manus-Manggarai Timur ini seringkali menjadi sorotan publik, bukan hanya di lokasi pertandingan, melainkan juga di tempat-tempat lain. Baik di Jakarta maupun di Manggarai Timur. Sorotan tersebut tentu saja tidak lahir begitu saja. Tetapi melalui sebuah proses dan perjuangan yang bernada keberpihakan pada sesama. Turnamen Coresta Cup di Tangerang menyisahkan decak kagum pada sosok muda yang energetik ini. Kehadirannya di lapangan tidak cukup hanya dilihat secara fisik saja. Tetapi ada hal lain yang bisa saja menjadi role of model bagi kita semua.

Secara fisik ia hadir sebagai penonton biasa. Tetapi dibalik itu, pemuda yang sangat terkenal dengan loyalitasnya ini memberikan dukungan finansial untuk keberlangsungan turnamen. Bukan tentang berapa jumlah yang diberikan, tetapi tentang sebuah pemberian yang tulus sebagai perwujudan dukungan terhadap pembinaan generasi muda dan kemajuan sepak bola kaum muda Flores di Jakarta khususnya di Tangerang.
Boy Sulimas dan Manus FC

Sosok Boy Sulimas sebenarnya tidak cukup hanya disandingkan dengan tim Manus FC. Jika dibaca secara cermat, beliau juga sangat tepat disandingkan dengan Coresta Cup itu sendiri. Buktinya, pemuda yang saat ini sedang menekuni profesinya sebagai lawyer juga memiliki dua tim sepak bola lain yaitu Masta dan BSD. Untuk kali ini saya hanya mengantar pembaca untuk melihat desain dibalik Manus FC.

Jika kita membaca judul tulisan ini, mungkin arsitek yang dimaksudkan lebih kepada taktik atau strategi yang digunakan dalam bertanding. Mungkin itu salah satunya, tetapi bukan satu-satunya dan bukan juga yang utama. Boy Sulimas pantas dinobatkan sebagai arsitek bukan hanya secara finansial, melainkan lebih kepada proses. Proses bagaimana mengajarkan para pemain untuk selalu menjunjung tinggi sportivitas. Gaya bahasanya yang sangat santai dan cenderung dibalutkan dengan lelucon seringkali mencairkan suasana. Tetapi jika mendengar dan menyimaknya secara baik, isi bahasa dan canda tawa tersebut mengandung pesan yang sangat berarti bagi generasi muda Manus untuk selalu berpihak pada yang benar, berbuat yang benar dan berjalan pada koridor yang tepat.

Keberpihakannya dalam rupa loyalitas di tengah kesibukannya sebagai pengacara tidak menyurutkan semangatnya. Prinsipnya jelas, sepanjang kegiatan itu positif dan memberikan efek yang baik, maka ia memberikan suport yang sangat tinggi. Secara finansial, ia selalu hadir dan nyata guna menyukseskan setiap kegiatan. Finansial saja tidak cukup baginya, tetapi juga nilai-nilai keberpihakan yang lain yang bernada nasihat meskipun dengan polesan kata-kata lelucon (Epin Solanta)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password