breaking news New

Ketum Pemuda Katolik: Pemuda Harus Berani Mewujudkan Persatuan

Jakarta, Kabarnusantara.net- Ketua Umum Pemuda Katolik Karolin Margret Natasa mengatakan pemuda harus berani mewujudkan persatuan. Pasalnya, hanya dengan persatuan maka bangsa ini menjadi negara yang kuat dan maju di segala bidang.

Menurut Karolin, semangat persatuan merupakan makna yang harus kita petik dari Hari Sumpah Pemuda di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk dan beraneka ragam.

“Persatuan sangat penting di tengah bangsa Indonesia yang beraneka ragam. Dengan persatuan, tidak berarti kita meniadakan perbedaan-perbedaan yang ada, tetapi kita mengelolah perbedaan-perbedaan tersebut menjadi kekuatan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujar Karolin di sela-sela Acara Rapimnas II Pemuda Katolik di Hotel Padjajaran Suiter, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/10/2017).

Karolin menuturkan, agar perbedaan tersebut menjadi kekuatan dalam persatuan, maka perlu sikap saling menerima, menghargai dan membangun komunikasi yang dialogis.

Menurut dia, sudah saatnya Indonesia merangkul untuk bersatu membuat Indonesia lebih baik.

“Dalam konteks inilah, semangat Sumpah Pemuda menemukan maknanya kembali. Semangat persatuan, yang membuat para pemuda yang beragam suku, agama, dan rasnya, berani menyatakan komitmennya untuk bertanah air satu, berbangsa satu dan berbahasa satu, yaitu Indonesia,” ungkap dia.

Lebih lanjut Karolin mengatakan persatuan mengantar bangsa Indonesia menjadi merdeka. Dengan berbagai keterbatasan, para pejuang dan tokoh-tokoh nasional bersatu untuk mendirikan bangsa Indonesia.

“Mereka tidak memikirkan kelompoknya, tetapi lebih memikirkan Indonesia. Mereka telah melepaskan egonya masing-masing untuk berjuang bersama demi kemerdekaan bangsa Indonesia,” kata Bupati Landak ini.

Saat ini, tutur Karolin,  pemuda sudah diwarisi oleh semangat persatuan. Namun, dia mengingatkan jangan sampai semangat persatuan hanya menjadi warisan, yang selalu dibanggakan, tetapi tidak pernah diwujudkan oleh pemuda dalam membangun bangsa dan menghadapi berbagai macam ancaman dan tantangan.

“Bagi pemuda, ini saat mewujudkan semangat persatuan untuk melawan radikalisme dan intoleransi. Pemuda harus menjadi garda terdepan lawan kelompok-kelompok radikal dan intoleran, yang berupaya menggantikan dasar negara, Pancasila, UUD 1945 dan menghancurkan NKRI,” tegas dia.

Karolin pun berharap, melalui kegiatan Rapimnas II Pemuda Katolik, para kader bisa kembali berani mengaktualisasikan semangat persatuan untuk menjaga agar Pancasila dan UUD 1945 tetap tegak serta NKRI tetap utuh dalam semangat keberagaman.

“Kita ber-rapimnas mulai 27 sampai 29 Oktober 2017 dan berharap membangkitkan semangat persatuan sebagai wujud menghidup semangat Hari Sumpah Pemuda. Semoga setelah Rapimnas ini, kader-kader kita pro-aktif menjaga persatuan dan kesatuan,” pungkas dia.

Sebagai diketahui, Rapimnas bertemakan “Konsolidasi dan Kaderisasi untuk Mewujudkan Kader yang 100% Katolik dan 100% Indonesia” dihadir seluruh Pimpinan Daerah Pemuda Katolik di seluruh Indonesia. Pada saat acara pembukaan Rapimnas, hadirbStaf Ahli Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayan Puan Maharani, Ghafur Dharmaputra, Menteri ESDM Ignatius Jonan, Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto, Uskup Keuskupan Bogor Mgr Paskalis Bruno Syukur, dan Pastor Moderator Pemuda Katolik Johanes Hariyanto. (Ervan/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password