breaking news New

Peran Pemuda Sebagai Generasi Solusi

Alenarius Amboi, Anggota PMKRI Yogyakarta

Oleh: Alenarius S. Amboi

“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku sepuluh pemuda niscya akan kugoncangkan dunia”.

Ini adalah pepatah tua sang proklamator kemerdekaan bangsa Indonesia, Presiden Sukarno. Untaian diksi yang dirangkai begitu apik tersebut, mengandung nada semangat revolusioner guna menggerakan jiwa perjuangan dari para pemuda-pemudi bangsa Indonesia dikala itu.

Sukarno sangat yakin bahwa yang mampu merubah negara ini adalah para pemuda.Keberanian menjadi kuci agar dapat mengguncangkan dunia dengan merombak suatu “sistem” pemerintahan yang terisolir dari para penjajah negri Indonesia pada masa lampau.

Pada era kemerdekaan sekarang ini, para pemuda harus menyematkan dirinya sebagai pemikik identitas revolusioner. Sebagai aktor revolusioner, pemuda harus mampu serta berani terjun untuk membela kebenaran yang seringkali diabaikan oleh para penguasa tertentu, yang menduduki kursi kekuasaan di negara ini.

Para pemuda harus tetap sadar bahwa masa depan negara ini ada ditangan para pemuda.

Lalu bagaimana sikap pemuda saat ini sebagai pemegang tangguh pergerakan bangsa kearah yang lebih baik seperti yang diharapkan bangsa ini khususnya para pahlawan?

Tentunya, mereka tidak ingin melihat bangsa ini menangis dalam kemiskinan, penderitaan, dan kekacauan yang berkepanjangan. Kita sebagai pemuda handal, harus bisa merombak sistem yang keliru yang dibuat oleh pemimpin-pemimpin untuk mengutamakan kepentingan pribadi dan golongannya saja tampa mengutamakan kepentingan bangsa ini.

Kita harus bersuara tentang keadilan, tentang kebenaran, tentang sistem yang keliru di negara. Kalau bukan kita siapa lagi yang memperhatikan nasib bangsa ini. Oleh karena itu, kita harus memberikan tekanan untuk pemerintah yang egois lewat aksi-aksi nyata kita, agar mereka sadar bahwa kita juga membutuhkan mutiara dari tangan mereka.

Kita sebagai generasi solusi juga tentu mempunyai tekat yang kuat, dalam memperbaiki polemik-polemik yang ada di negara ini. Bukan hanya pemerintah yang selalu kita salahkan, tetapi kita juga dapat melihat kembali siapakah yang akan merubah nasib bangsa ini?

Tentu tidak lain ialah kita semua yang mendiami bumi pertiwi ini, terlebih khusus para pemuda, karena masa depan negara ini ada dipundak para pemudah. Kita juga harus menyadari bahwa bukan hanya pemerintah yang wajib menanggung segudang masalah yang ada di indonesia. Semua rakyat indonesia berkewajiban untuk menjaga serta membela negara ini dari masalah-masalah yang menimpah negara ini.

Pada dasarnya pemuda adalah tonggak perjuangan bangsa yang dimana kemajuan suatu negara berdasar kualitas dari pemudanya. Jika sebuah bangsa memiliki pemuda-pemudi yang tangguh yang mampu menggiring Negara maju menuju kemapanan dan kesejahteraan.

Akan tetapi sebaliknya jika negara di tinggalkan, pemuda-pemudinya yang lebih bangga dengan modernisme dan hedonisme maka Negara itu hanya akan ada dalam buku sejarah masa lalu.

Jika dimasa lalu peran pemuda Indonesia begitu besar, apakah pemuda-pemuda Indonesia hari ini dapat melakukan hal yang sama, atau setidaknya mewarisi semangat perjangan mereka?

Sumpah pemuda kini seakan-akan peristiwa sejarah yang sudah berlalu, dan hanya menjadi hafalan pelajaran pada saat dibangku sekolah.

Delapan puluh sembilan (89) tahun yang lalu para pemuda seluruh indonesia mencetuskan ikrar yang melampirkan tiga inti gagasan perekat bangsa yakni satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia. Jiwa darah juang para pemuda sangat menentukan nasib bangsa ini dengan keberanian dan tekad yang kuat untuk membela Bangsa tanpa kekerasan.

Ini adalah sebuah kutipan sepucuk surat dari sang proklamator untuk pemuda-pemudi ditanah rantau.

PEMUDA……..
Apakabarmu hari ini???
“Engkau hai pemuda-pemudi indonesia, sekarang mengerjakan investmen,
Kerjakanlah sebaik-baiknya.
Oleh karena apa yang kamu kerja saat i ni adalah ilmu,
Dan ilmu itu bukan untukmu sendiri tetapi Untuk anak cucumu,
Untuk bangsamu, untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia,
Untuk tanah air Indonesia.
Maka kenangkanlah perjuangan orang-orang yang terkubur disana,
Menunggumu akan kedatanganmu, kembali agar dapat memberi
Sumbangan kepada pembangunan bangsa indonesia ini”.
(soekarno, pidato mahasiswa indonesia di AS 1965).

Penulis Adalah Mahasiswa Fakultas Teknik STTNAS dan Anggota PMKRI Cabang Yogyakarta

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password