breaking news New

Menuju Kongres XX, GMNI Jaksel Tekankan Pentingnya Konsolidasi Ideologi untuk Kemajuan Organisasi

JAKARTA – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) adalah organisasi perjuangan yang berbasis intelektualitas dan diisi oleh kelompok mahasiswa yang berpegang pada marhaenisme sebagai azas perjuangan demi terciptanya Sosialisme Indonesia yang diadopsi dari pemikiran Sukarno.

Menurut Ketua Cabang GMNI Jakarta Selatan (Jaksel), Askar, GMNI yang lahir pada tahun 1954 dalam perkembangannya sampai sekarang tentu harus dilihat secara kritis serta objektif oleh suluruh kader dan terkhusunya oleh masyarakat secara mayoritas.

“Sesuai pengetahuan dan pengamatan kami terkhususnya paska reformasi dari tahun ke tahun, setiap momen nasional yang diselenggarakan oleh GMNI sangat mengecilkan ruang konsolidasi ideologi dan lebih mengedapkan konsolidasi dengan politik elit,” kata Askar, Rabu (1/11/2017) di Jakarta.

Ia menilai, selama ini organisasi lemah dalam mengkonsolidasikan diri dengan rakyat marhaen sehingga arah organisasi tidak jelas dan roh gerakan dengan sendirinya hilang.

“Akhirnya berdampak pada pelemahan gerakan dan tidak jelasnya orientasi praktik perjuangan GMNI dan bahkan berimplikasi terhadap perpecahan di dalam internal GMNI akibat kontaminasi kepentingan elit politik,” tegasnya.

Karena itu, ia mengatakan, dari permasalahan serius yang ada di dalam internal organisasi GMNI sangat memaksa dan mendesak kepada seluruh kader GMNI secara nasional untuk segera melakukan evaluasi yang sangat serius dan evaluasi itu harus dilakukan dalam momen kongres GMNI yang ke XX di Minahasa.

“Supaya momen kongres GMNI kali ini tidak hanya sekedar euforia belaka dan hanya mengejar bargaining politik,” terang Ketua Cabang GMNI Jakarta Selatan ini.

Sementara itu, Sekretaris Cabang GMNI Jakarta Selatan, Desmon Umbu, mengaku sudah melakukan konsolidasi menuju kongres GMNI ke XX tersebut.

“Secara organisasional kami sudah melakukan konsolidasi internal dengan seluruh pengurus komisariat dan seluruh anggota/kader yang ada dalam wilayah jakarta selatan,” ungkapnya.

Dalam konsolidasi itu, kata Desmon, kami menetapkan beberapa hal yang pokok dan subtansial untuk disuarakan dalam Kongres GMNI di minahasa, yakni terkait Ideologi, Kaderisasi dan sikap politik GMNI terhadap rezim.

“Kongres sebagai badan Musyawarah tertinggi di dalam organisasi seharusnya menghasilkan rumusan dan capaian-capaian organisasi untuk kemajuan organisasi sesuai azas yang di amini GMNI, yaitu Marhaenisme,” tuturnya.

“Maka dari itu, penekanan dalam kongres GMNI tahun ini kami secara organisasional sangat menekankan agar ruang konsolidasi ideologi dibuka selebar-lebarnya demi kemajuan organisasi,” tutupnya.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password